Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 18 November 2018 | 05:11 WIB

Mahasiswa UGM Juara Inovasi Mobil Pintar di London

Jumat, 6 Juli 2018 | 13:13 WIB

Berita Terkait

Mahasiswa UGM Juara Inovasi Mobil Pintar di London
(dok. Shell Indonesia)

INILAHCOM, London - Tim mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan gagasan 'Smart Car Microalgae Cultivation Support (MCS)' berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan menjuarai kompetisi Shell Ideas360 di London, Inggris, Kamis (5/7/2018).

Tim mahasiswa tersebut terdiri dari Herman Amrullah, Sholahuddin Alayyubi, dan Thya Laurencia Benedita Araujo. Mereka berkompetisi di festival tahunan Shell Make the Future Live di London, Inggris, pada 5-8 Juli 2018.

Tim Smart Car MCS dari UGM berhasil mengalahkan empat tim finalis lainnya, yang berasal dari empat negara berbeda yaitu tim mahasiswa dari American University of Sharjah (Uni Emirat Arab), University of Texas (AS), University of Bordeaux (Prancis), dan University of Melbourne (Australia).

Baca juga: Presiden Dukung Mahasiswa Indonesia di Ajang Shell

Shell Ideas360 adalah sebuah ajang kompetisi yang menantang para mahasiswa seluruh dunia untuk mengembangkan beragam ide dan gagasan dalam menghadapi tantangan global di sektor energi, pangan dan air. Kompetisi yang telah dimulai sejak tahun 2013 ini menjadi bagian dari festival inovasi Shell Make the Future.

"Kami sangat senang dapat mengambil bagian dalam ajang ini dan menjadi juara di kompetisi adu gagasan inovasi bergengsi dunia Shell Ideas360," kata Herman, manajer Tim Smart Car MCS, dalam siaran pers yang diterima INILAHCOM, Jumat (6/7/2018).

Keberhasilan Tim Smart Car MCS dari UGM tidak hanya berhasil merebut hati para juri melalui gagasan Smart Car Microalgae Cultivation Support, namun juga mendapatkan dukungan terbanyak dalam jajak pendapat dan menjadi gagasan terfavorit pilihan publik atau audience choice.

Gagasan mobil pintar Tim Smart Car MCS dinilai sebagai sebuah ide yang paling inovatif dalam membantu dunia di masa depan. Suara yang didapat dalam jajak pendapat ini menyumbang 20 persen skor/ nilai dalam penentuan pemenang hadiah utama musim ini.

President Director & Country Chairman PT Shell Indonesia Darwin Silalahi menyampaikan rasa bangga serta bahagia atas perjuangan dan pencapaian Tim Smart Car MCS dari Universitas Gadjah Mada.

"Pencapaian tingkat dunia yang diraih Tim Smart Car MCS ini merupakan hal yang sangat membanggakan, tidak hanya untuk tim dan almamaternya tetapi juga untuk bangsa Indonesia," katanya.

Darwin menambahkan bahwa generasi muda memegang kunci untuk menghadapi beragam tantangan dalam bidang energi, pangan dan air di saat ini dan masa depan.

Oleh karena itu, Shell sebagai perusahaan energi memiliki komitmen dalam turut mendorong generasi pemimpin dan inovator masa depan untuk memikirkan tantangan global akan ketersediaan energi, pangan dan air dalam beberapa dekade mendatang.

Gagasan Inovatif yang Berangkat dari Kepedulian Lingkungan

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Jenna Jambeck, yang telah dipublikasikan pada Jurnal Science pada Februari 2015, penduduk Indonesia yang tinggal di sekitar 50 kilometer dari garis pantai menghasilkan 5,4 juta ton sampah plastik. Angka ini menempatkan Indonesia sebagai penghasil sampah plastik nomor dua terbesar di dunia.

Keprihatinan terhadap kondisi ini dan melihat tren konsumsi energi yang terus meningkat sementara ketersediaan bahan bakar fosil semakin menipis telah melahirkan ide tim Smart Car MCS dari Universitas Gadjah Mada untuk dapat mengkonversikan limbah plastik menjadi energi alternatif baru yang rendah emisi.

Ide tersebut diwujudkan menjadi gagasan berjudul Smart Car Microalgae Cultivation Support, yaitu ide mobil pintar yang menggunakan limbah plastik sebagai sumber energi alternatif.

"Gagasan ini lahir dari kepedulian kami melihat lingkungan di sekitar kami. Berbagai uji coba, diskusi panjang dengan tim dan para dosen kami lakukan untuk melahirkan gagasan yang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masa depan dunia," ujar Herman.

Smart Car MCS didesain dengan reaktor pirolisis yang dapat menampung sebanyak 2 kilogram sampah plastik. Proses pirolisis plastik adalah proses degradasi plastik menggunakan panas suhu tinggi tanpa adanya oksigen. Sumber panas datang dari gas buang knalpot mobil yang suhunya dapat mencapai di atas 400 derajat Celcius.

Mobil ini juga dilengkapi dengan teknologi Microalgae Cultivation Support (MCS) yang digunakan untuk mengurangi jumlah CO2 gas buang pada kendaraan. Pengembangan Smart Car ini tidak hanya dapat memproduksi bahan bakar dan biofuel namun juga mengurangi persoalan sampah dan menciptakan lingkungan yang lebih baik.

Perjalanan Tim Smart Car MCS dengan gagasan mobil pintarnya hingga mencapai final Shell Ideas360 melalui proses yang panjang dan seleksi ketat. Kompetisi Shell Ideas360 tahun ini diikuti sekitar 17.000 mahasiswa dari 140 negara dengan 3.363 ide/gagasan. Para peserta melalui tiga tahapan kompetisi Shell Ideas360.

Tahap pertama merupakan seleksi formulasi gagasan. Di tahap ini sebanyak 3.363 gagasan/ide yang masuk diseleksi menjadi 1.100 ide terpilih dan berhak maju ke tahap kedua.

Di tahap kedua, peserta yang lolos seleksi tahap pertama mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan ide dengan mentor Shell dan sebanyak 68 gagasan dinyatakan lolos seleksi di tahap ini.

Pada tahap ketiga, hanya tersisa lima gagasan yang berhasil melaju ke babak final, salah satunya adalah Tim Smart Car MCS yang berhak mewakili Asia di ajang final Shell Ideas360 di London, Inggris.

Tim Smart Car MCS menjadi satu-satunya tim mahasiswa Indonesia yang sukses mencapai tahap final dan menjadi juara sejak pertama kali kompetisi Shell Ideas360 diadakan di tahun 2013.

Herman dan tim pun dapat berbangga hati karena kerja keras dan perjuangan panjang mereka menghasilkan pencapaian luar biasa dengan menjuarai final Shell Ideas360 2017/2018 dan berhak mendapatkan hadiah berupa perjalanan ekspedisi eksklusif.

Sebagai perusahaan energi dunia, Shell memiliki komitmen untuk memenuhi kebutuhan dunia akan energi dengan cara yang bertanggung jawab secara sosial, lingkungan dan ekonomi melalui kolaborasi dengan berbagai pihak termasuk generasi muda.

Festival Shell Make the Future adalah bagian dari komitmen Shell dalam upaya menghadapi tantangan energi masa depan dengan melibatkan anak muda di seluruh dunia untuk mengeksplorasi berbagai ide, gagasan kreatif dan inovatif dalam bidang energi. [ikh]

Komentar

Embed Widget
x