Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 16 Desember 2018 | 06:36 WIB

20% WiFi di Arena Piala Dunia 2018 Rentan Keamanan

Oleh : Ibnu Naufal | Jumat, 22 Juni 2018 | 17:17 WIB

Berita Terkait

20% WiFi di Arena Piala Dunia 2018 Rentan Keamanan
(Foto: dnaindia)

INILAHCOM, Moskow - Berdasarkan temuan Kaspersky Lab, lebih dari 20 persen titik WiFi publik di ajang Piala Dunia 2018 berisiko mengancam keamanan.

Saat ini, ada 7.176 dari sekitar 32 ribu WiFi publik yang tersebar di Rusia, tidak menggunakan enkripsi lalu lintas data. Artinya, kondisi ini bisa menimbulkan risiko keamanan bagi penggemar sepak bola yang hadir langsung ke Rusia.

Temuan Kaspersky Lab didasarkan pada analisis titik WiFi publik di 11 kota penyelenggara Piala Dunia 2018, termasuk Saransk, Samara, Nizhny Novgorod, Kazan, Volgograd, Moskow, Ekaterinburg, Sochi, Rostov, Kalinigrad, dan Saint Petersburg.

Hasilnya menunjukkan, tidak semua titik akses wireless memiliki enkripsi dan algoritma otentifikasi yang menjadi aspek penting untuk jaringan WiFi agar tetap aman.

Risiko terbesarnya, para peretas dapat mencegat lalu lintas jaringan data dan mendapatkan informasi rahasia dari pengguna yang tidak mawas akan keamanan berinternet.

Kaspersky Lab menyebutkan, ada tiga kota dengan persentase tertinggi jaringan WiFi-nya tidak aman, yaitu Saint Petersburg (37 persen), Kaliningrad (35 persen), dan Rostov (32 persen).

Sebaliknya, tempat yang paling aman adalah kota yang relatif kecil, termasuk Saransk (hanya 10 persen dari titik WiFi publik) dan Samara (17 persen dari titik WiFi publik).

Hampir dua pertiga dari semua jaringan WiFi publik di lokasi ini menggunakan protokol WiFi Protected Access (WPA/WPA2) untuk enkripsi lalu lintas data, protokol yang dianggap sebagai salah satu yang paling aman untuk penggunaan WiFi.

Kendati demikian, perlu dicatat bahwa WPA/WPA2 dapat berisiko terhadap serangan brute force dan dictionary, serta serangan kunci instalasi ulang yang berarti mereka tidak sepenuhnya aman.

"Kurangnya enkripsi lalu lintas data, ditambah dengan perhelatan berskala global seperti Piala Dunia membuat jaringan WiFi menjadi target para pelaku kejahatan yang menginginkan akses mudah ke data pengguna," kata peneliti keamanan senior di Kaspersky Lab, Denis Legezo, dalam siaran persnya.

"Meskipun sekitar dua pertiga dari semua access point di kota penyelenggara Piala Dunia menggunakan enkripsi protokol WPA/WPA2 yang paling aman, ini tidak lagi dianggap aman jika kata sandi bisa terlihat untuk semua orang," sambungnya.

Legezo menambahkan, penelitiannya sekali lagi menunjukkan bahwa keamanan siber melibatkan bukan hanya aspek tertentu, tetapi infrastruktur.

"Piala Dunia 2018 telah mengkonfirmasi bahwa acara yang dihelat sudah memiliki keamanan terbaik. Namun perlu disadari terkait dengan WiFi publik di beberapa titik kota tuan rumah seringkali tidak demikian," pungkasnya.

Komentar

x