Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 19 November 2018 | 16:44 WIB

AI Google Bisa Prediksi 95% Kapan Anda Meninggal

Kamis, 21 Juni 2018 | 14:45 WIB

Berita Terkait

AI Google Bisa Prediksi 95% Kapan Anda Meninggal
(ist)

INILAHCOM, New York - Teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) milik Google kembali membuat kontroversi dalam pengembangannya.

Fox News melaporkan bahwa teknologi itu bisa memprediksi berapa usia seseorang dan kapan mereka wafat dengan tingkat akurasi 95 persen. Kabar pengembangan dan penelitian teknologi ini pertama kali dirilis pada jurnal Nature.com yang dibuat oleh tim yang dipimpin Albin Rajkomar dan Eyal Oren.

Dijelaskan bahwa algoritma AI Google mengumpulkan dan mempelajari begitu banyak data catatan medis dari 216 ribu jiwa orang berusia dewasa selama 24 jam di dua buah pusat perawatan medis.

Tentunya catatan medis yang digunakan adalah dalam bentuk digital yang bisa langsung diolah oleh teknologi AI Google.

Ada beberapa jenis indikator yang diolah, tingkat kematian pasien, standar kualitas perawatan, tolok ukur pemanfaatan sumber daya atau fasilitas misalnya berapa lama pasien harus dirawat, dan hasil diagnosis penyakit pasien.

Jadi AI Google mengolah seluruh catatan medis yang ada dan menjadikan beberapa indikator untuk menentukan usia maupun kapan pasien meninggal.

Hasil penelitian menyebutkan tingkat akurasi sebesar 95 persen, dan sudah diuji oleh data milik University of California, San Francisco, dan University of Chicago Medicine, keduanya berada di AS.

Family Medicine Physician Dr. Mikhail Varshavski yang diwawancarai oleh Fox News menyebutkan bahwa penemuan ini adalah kabar gembira sekaligus kabar buruk.

Menurut dia, kabar baiknya adalah teknologi AI Google mampu membantu dunia media mengolah data catatan medis seluruh pasien dan memberikan prediksi awal.

"Sedangkan kabar buruknya adalah catatan medis merupakan sesuatu yang bersifat rahasia atau berisi privasi. Ada yang hal yang harus dipastikan bahwa data yang digunakan dikembalikan untuk pasien dan bukan dimanfaatkan oleh perusahaan itu sendiri. Baik pihak Google maupun penyedia layanan media harus memperhatikan hal ini," jelas Dr Varshavski.

Sebagai seorang dokter, dia juga menekankan bahwa teknologi ini juga harus tetap menaruh validasi pada manusia atau sang dokter sendiri.

Dr Varshavski juga mengingatkan, catatan medis yang salah bisa menghasilkan prediksi yang salah juga. Jadi tugas seorang dokter atau ahli medis tetap dibutuhkan dalam proses diagnosis pasien.

Komentar

Embed Widget
x