Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 26 September 2018 | 06:29 WIB

Komunitas Otomotif Enggan Gunakan BBM Premium

Kamis, 21 Juni 2018 | 05:15 WIB

Berita Terkait

Komunitas Otomotif Enggan Gunakan BBM Premium
(ist)

INILAHCOM, Jakarta - Sejumlah komunitas otomotif di Indonesia mengaku bahwa hampir seluruh anggota mereka tidak mempergunakan bahan bakar minyak (BBM) Premium, termasuk saat perjalanan mudik Lebaran tahun ini.

Selain dianggap memiliki kualitas rendah, alasan mereka juga karena pabrikan otomotif memang menyarankan pemakaian BBM dengan oktan atau RON minimal 92.

"Kami tidak pernah mengimbau para anggota untuk mempergunakan BBM tertentu. Namun, karena sudah merasakan sendiri perbedaan antara BBM oktan rendah dan tinggi, serta anjuran dari pabrikan otomotif, maka hampir seluruh anggota kami mempergunakan BBM dengan RON minimal 92, seperti seri Pertamax," kata Budi Sunarto, Ketua Umum Terios-Rush Club Indonesia (TeRuCi), dalam keterangan tertulisnya.

Menurut dia, dari hampir seluruh anggota TeRuCi yang berjumlah 2.600 orang memang mempergunakan BBM dengan RON minimal 92. Kalaupun ada yang masih mempergunakan Premium, angkanya sangat kecil yakni di bawah 5 persen.

Anggota TeRuCi pengguna Premium tersebut, menurut Budi, adalah pemilik Rush atau Terios keluaran lama. Jumlah itu pun diperkirakan akan terus berkurang, seiring dengan kesadaran anggota mengenai dampak buruk penggunaan Premium.

"Karena banyak juga pemilik Terios atau Rush keluaran lama yang migrasi dari Premium ke Pertamax. Namun setelah merasakan manfaat BBM RON 92, mereka umumnya enggan kembali memakai Premium," katanya.

Budi tidak menampik bahwa Premium memang berdampak buruk terhadap kinerja kendaraan bermotor, apalagi jika dipaksa digunakan untuk perjalanan jarak jauh seperti mudik.

"Kalau pakai Premium, ruang bakar lebih kotor dan akselerasi lebih lambat. Hal ini bertolak belakang dengan BBM oktan 92. Bahkan, penggunaan BBM RON tinggi tersebut, ternyata juga lebih irit. Beberapa anggota sudah pernah menghitung," paparnya.

Begitu pula pada mudik Lebaran kali ini, menurut Budi, hampir seluruh anggota mempergunakan BBM RON tinggi. Sebagian dari anggota TeRuCi pada Lebaran ini mudik ke Sumatera dan Jawa Timur atau Jawa Tengah. Bahkan, ada pula yang melakukan touring ke Bali, dengan jarak tempuh lebih dari 2.000 km pulang-pergi.

Tidak hanya TeRuCi, komunitas otomotif lain seperti Honda Odyssey Community Indonesia (HOCI) mengaku seluruh anggotanya sama sekali tidak mempergunakan Premium. Seperti disampaikan mantan Ketua Umum HOCI Gandhi Nugroho, mereka mempergunakan BBM dengan RON minimal 92.

"Penggunaan BBM RON minimal 92 itu atas anjuran Honda. Kalau dipaksa pakai Premium, mesin bisa rusak," ujarnya.

Menurut Gandhi, seluruh anggota HOCI sudah sadar terkait kualitas BBM yang ada saat ini. Baik Premium yang bisa berakibat buruk terhadap ruang bakar dan mesin secara keseluruhan, maupun BBM RON tinggi yang memang bisa mendukung performa kendaraan dan keawetan mesin.

"Kami semua di HOCI sudah paham mengenai hal itu. Kami sependapat dengan pakar ITB beberapa waktu lalu, bahwa Premium bisa merusak mesin dan bahwa BBM yang sangat dianjurkan adalah yang memiliki oktan minimal 92," pungkasnya. [tar]

Komentar

x