Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 14 Agustus 2018 | 18:31 WIB

Kura-kura Mini Ini Dinyatakan Sebagai Spesies Baru

Oleh : - | Jumat, 15 Juni 2018 | 18:18 WIB
Kura-kura Mini Ini Dinyatakan Sebagai Spesies Baru
(AFP)

INILAHCOM, Mexico City - Pepatah yang menyebutkan 'lambat namun mantap akan memenangkan perlombaan' tampaknya berlaku untuk jenis kura-kura kecil asli Meksiko barat yang dinyatakan sebagai spesies baru.

Selama 20 tahun, penduduk di daerah sekitar Puerto Vallarta, kota resor pantai Pasifik, Meksiko, telah memberi tahu para ilmuwan tentang kura-kura kecil asli di daerah mereka. Namun, baru pada Mei lalu para ahli zoologi bisa memastikan kura-kura itu adalah spesies terbaru yang ditemukan di dunia.

Mengutip VOA News, kura-kura itu mendapat nama latin, Kinosternon vogti. Nama itu diambil dari seorang herpetolog atau ahli binatang melata dan amfibi AS, Richard Vogt, yang mempelajari berbagai jenis kura-kura dan penyu di wilayah Amerika Utara dan Amerika Tengah selama lebih dari empat dasawarsa.

Kabar baiknya datang bersamaan dengan kabar buruk, karena kura-kura Kinosternon vogti yang dikenal punya titik kuning di ujung hidungnya itu juga terancam punah.

"Kura-kura itu hanya ditemukan di sungai di sekitar Puerto Vallarta," kata Fabio German Cupul, seorang peneliti di University of Guadalajara.

Dengan ukuran panjang hanya 10 centimeter, kura-kura kecil itu muat di telapak tangan. "Bentuk penyu itu lebih melebar daripada tingginya, tidak seperti spesies kura-kura lainnya," kata Cupul kepada AFP.

Hanya empat kura-kura jenis itu yang telah didokumentasikan sejauh ini, yaitu tiga ekor jantan dan seekor betina.

Lima lagi ditemukan mati dan dibawa ke perguruan tinggi terbesar negara itu --Universitas Otonom Nasional Meksiko-- untuk diteliti. Dari kura-kura Kinosternon vogti yang masih hidup, satu jantan dan satu betina telah dibawa ke pusat reproduksi dengan harapan, mereka akan berkembang-biak.

Adapun dua jantan lainnya dibawa ke taman margasatwa di Puerto Vallarta.

Temuan ini diterbitkan dalam Chelonian Conservation and Biology, sebuah majalah akademik yang mengkhususkan diri pada kura-kura dan penyu.

Komentar

x