Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 17 November 2018 | 16:20 WIB

Bukit Pasir dari Metana Beku Ditemukan di Pluto

Senin, 4 Juni 2018 | 06:06 WIB

Berita Terkait

Bukit Pasir dari Metana Beku Ditemukan di Pluto
(NASA)

INILAHCOM, London - Para ilmuwan mengatakan mereka telah menemukan bukit pasir yang terbuat dari metana beku di bawah pegunungan besar di Pluto.

Menurut laporan ilmiah yang dipublikasikan dalam jurnal Science, atmosfer Pluto sebelumnya diyakini terlalu tipis untuk menciptakan fitur serupa di gurun yang ada di Bumi.

Namun, sebuah temuan unik yang berasal dari analisis gambar, telah berhasil dikirim kembali oleh misi New Horizons milik NASA, yang terbang ke area dekat Pluto sejak Juli 2015.

Membentang 47 mil melintasi dataran es bernama Sputnik Panitia, bukit pasir yang beriak dapat terlihat di sekitar pegunungan di planet beku dengan rata-rata suhu permukaan -230 derajat Celsius tersebut.

Dari hasil analisis bentuk dan ukuran bukit pasir, serta garis-garis angin di dekat permukaan Pluto, para ilmuwan menyimpulkan bahwa nitrogen padat yang berubah langsung menjadi gas --dikenal sebagai sublimasi-- kemungkinan melepaskan butiran pasir metana langsung ke atmosfer.

Metana kemudian ditiup oleh angin termal yang berada di dataran es hingga akhirnya menetap di bawah pegunungan besar Pluto.

Para peneliti mengatakan, bukit pasir itu mungkin mulai terbentuk sejak 50 ribu tahun lalu dan masih berlangsung baru-baru ini.

"Kami tahu bahwa setiap anggota sistem tata surya dengan atmosfer dan permukaan berbatu pasti memiliki bukit pasir di atasnya. Namun, kami tidak menyangka akan menemukannya di Pluto, kata Matt Telfer, pemimpin penelitian sekaligus dosen geografi di University of Plymouth, Inggris, seperti dilansir independent.co.uk.

"Meskipun Pluto memiliki atmosfer tipis dan suhunya sekitar -230 derajat celsius, nyatanya kami tetap bisa menemukan bukit pasir," imbuhnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Profesor Jani Radebaugh, pakar ilmu geologi di Brigham Young University, AS. Dia mengatakan bahwa penemuan ini 'sangat mengejutkan' mengingat atmosfer Pluto cukup lemah.

"Pluto yang posisinya 30 kali lebih jauh dari Matahari, ternyata masih memiliki karakteristik seperti Bumi. Selama ini, kami hanya berfokus pada apa yang dekat dengan Bumi. Padahal, ada informasi menarik dari anggota terjauh di sistem tata surya," paparnya.

Studi ini dipimpin oleh para peneliti dari University of Plymouth (Inggris), University of Cologne (Jerman), dan Brigham Young University (AS).

Komentar

Embed Widget
x