Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 16 Juli 2018 | 19:40 WIB
 

Facebook Tangguhkan 200 Aplikasi Nakal

Oleh : - | Rabu, 16 Mei 2018 | 18:18 WIB
Facebook Tangguhkan 200 Aplikasi Nakal
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Menlo Park - Facebook merilis update terbaru tentang investigasi dan audit pada aplikasi yang dijanjikan oleh sang CEO, Mark Zuckerberg, pada Maret lalu.

Seperti yang dijelaskan Zuckerberg saat itu, Facebook akan menyelidiki semua aplikasi yang memiliki akses ke sejumlah besar informasi dan setiap aplikasi yang menolak atau gagal audit akan dilarang di Facebook.

Dua bulan berlalu, Facebook pun mengumumkan telah menangguhkan sekitar 200 aplikasi nakal yang diduga menyalahgunakan data personal penggunanya.

"Hingga saat ini, ada ribuan aplikasi telah diinvestigasi dan sekitar 200 aplikasi ditangguhkan," jelas Ime Archibong, Vice President of Product Partnership Facebook, dalam pernyataan tertulis di situs Newsroom Facebook.

"Kami punya banyak tim internal dan ahli eksternal yang bekerja keras untuk menginvestigasi aplikasi-aplikasi tersebut secepatnya," imbuhnya.

Jika ditemukan bukti bahwa aplikasi tersebut menyalahgunakan data, Facebook akan mencekal aplikasi-aplikasi tersebut dan akan membagikan pemberitahuan melalui situs web resminya.

Archibong menyebut jika proses investigasi sedang berjalan dalam dua tahap.

Tahap pertama, tinjauan komprehensif untuk mengidentifikasi setiap aplikasi yang memiliki akses ke jumlah data Facebook. Dan tahap kedua, Facebook melakukan wawancara, membuat permintaan informasi atau request for information (RFI) yang menanyakan serangkaian pertanyaan rinci tentang aplikasi dan data yang dapat diakses dan melakukan audit yang memungkinkan untuk inspeksi di tempat.

"Ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk menemukan semua aplikasi yang mungkin telah menyalahgunakan data orang-orang di Facebook dan itu akan memakan waktu," kata Archibong.

"Kami berinvestasi besar-besaran untuk memastikan penyelidikan ini selengkap mungkin dan tepat waktu. Kami akan terus memberi kabar terbaru tentang kemajuan kami," imbuhnya.

Tak disebutkan berapa lama investigasi ini akan berlangsung, tapi menurut Archibong, menyisir semua aplikasi yang terindikasi menyalahgunakan data memerlukan banyak waktu.

Diketahui, firma riset Cambridge Anlytica menjadi dalang penyalahgunaan 87 juta data pengguna Facebook. Data pengguna dipanen menggunakan aplikasi kuis yang cukup populer di Facebook yakni #thisisyourdigitallife buatan Aleksandr Kogan.

Komentar

Embed Widget

x