Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 14 Agustus 2018 | 22:38 WIB

Malware di Facebook Messenger Bisa Curi Password

Oleh : - | Jumat, 11 Mei 2018 | 11:11 WIB
Malware di Facebook Messenger Bisa Curi Password
(ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Sebuah malware berbahaya di Facebook Messenger telah ditemukan. Bernama FacexWorm, malware ini dapat terinstal tanpa disadari pengguna dan dapat mencuri kata sandi atau password pemilik akun.

FacexWorm ditemukan oleh seorang host radio teknologi The Kim Komando Show. Malware ini digunakan oleh para penjahat siber untuk melancarkan skema phishing terbaru mereka kepada pengguna Facebook Messengger secara acak.

"FacexWorm akan menyerang dengan cara mengarahkan korban ke situs web versi palsu, seperti YouTube, meminta pengguna untuk mengunduh ekstensi Chrome untuk memutar konten video," kata Gary Davis, Chief Consumer Security Evangelist McAfee, seperti dilansir The Sun.

Pengguna tak akan sadar ketika malware ini sudah terinstal. Hal itulah yang membuatnya berbahaya karena dapat mencuri data-data berharga dari situs web, akun google dan bahkan juga cryptocurrency.

Davis juga memperingatkan bahwa FacexWorm juga dapat mengakses Facebook pengguna yang terinfeksi dan menggandakan jumlah tautan YouTube palsu, untuk menyebarluaskan malware ini.

Untuk mencegah FacexWorm masuk melalui akun Facebook, perusahaan keamanan siber McAfee menawarkan tiga saran:

Pertama, harus selalu berhati-hatilah dengan apa yang Anda klik. Pastikan klik pada tautan dari sumber terpercaya. Sebaiknya waspada dan hindari mengklik bila menemukan konten aneh, meski dikirim oleh teman kita sendiri.

Kedua, ganti info login akun secepatnya. Sebab, tujuan utama FacexWorm adalah mencuri kredensial ke situs penting. Sehingga sangat penting untuk mengubah password login akun Google Anda, dan akun uang digital Anda.

Dan yang ketiga, pastikan untuk membuat password yang kuat dan kompleks, sehingga menyulitkan bagi penjahat siber untuk memecahkannya.

Yang tak kalah pentingnya, McAfee juga menyarankan untuk menambahkan tambahan keamanan dalam browser yang digunakan, sehingga aman ketika sedang online. Sebab, sulit untuk mengidentifikasi email atau pesan media sosial yang berasal dari penjahat siber.

Komentar

x