Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 15 Agustus 2018 | 02:09 WIB

Instagram Luncurkan Fitur Anti-Bullying

Oleh : - | Kamis, 10 Mei 2018 | 01:45 WIB
Instagram Luncurkan Fitur Anti-Bullying
(kiri-kanan) Communications Manager Instagram Asia-Pacific bersama Putri Silalahi bersama penyanyi Riafinola dan Public Policy Manager Instagram Asia-Pacific Helena Lersch dalam diskusi #SafetyonInstagram yang diadakan pada Rabu (9/5/2018) di Jakarta. - (dok.Instagram)

INILAHCOM, Jakarta - Dalam rangka menyambut Hari Keluarga Internasional pada 15 Mei 2018, Instagram memperkenalkan serangkaian fitur dan kiat praktis bagi para orangtua untuk memastikan anak remaja mereka senantiasa mendapatkan pengalaman serta interaksi yang aman, positif, dan suportif di Instagram.

Instagram baru saja meluncurkan fitur penyaring komentar perundungan (Anti-Bullying Filter) yang secara otomatis menghilangkan komentar bersifat melecehkan atau membuat pengguna tidak nyaman.

Fitur baru ini akan menyaring komentar yang berisi serangan atas penampilan atau karakter seseorang, serta ancaman terhadap kesejahteraan hidup atau kesehatan seseorang.

Filter anti-bullying ini terpasang secara otomatis bagi pengguna Instagram di seluruh dunia dan dapat diatur melalui pilihan Comment Controls. Jika ada pengguna bandel yang terus mengirimkan pesan bersifat merundung, filter ini akan mengirimkan laporan kepada Instagram untuk ditindaklanjuti.

"Jutaan remaja di seluruh dunia menggunakan Instagram untuk berbagi semangat dan kreativitas, menemukan minat dan hobi, serta menjalin koneksi dengan teman dan idola mereka. Kami mau memastikan mereka bisa terus melakukannya dengan cara yang aman dan positif dengan fitur-fitur keamanan di Instagram. Fitur penyaring pesan perundungan yang baru diluncurkan ini adalah bentuk komitmen berkelanjutan kami untuk menjaga Instagram sebagai sarana berbagi yang aman dan mendukung ekspresi diri," ujar Helena Lersch, Head of Public Policy Instagram Asia-Pacific, dalam siaran persnya kepada INILAHCOM.

Instagram juga memperkenalkan filter komentar mengganggu (Offensive Comments Filter), yang secara otomatis menyembunyikan komentar yang menimbulkan provokasi atau memecah belah. Selain itu, terdapat juga fitur filter komentar berdasarkan kata kunci yang dimasukkan oleh pengguna (Keyword Comments Filter) dan kemampuan untuk mengatur akun menjadi privat, sehingga hanya orang yang telah disetujui yang dapat melihat konten pengguna.

Lebih jauh lagi, Instagram juga telah memiliki Sensitive Content Screens yang menampilkan layar buram di pada foto atau video yang mengandung konten sensitif saat Anda menjelajahi feed atau mengunjungi profil seseorang, Two-Factor Authentication untuk memberikan tambahan lapisan keamanan akun Instagram dengan mewajibkan pengguna untuk memasukkan kode setiap kali mereka akan masuk ke akun, serta kemampuan untuk melaporkan konten, akun, maupun komentar yang tidak sesuai melalui pilihan 'Report'.

Tim Instagram yang bekerja selama 24 jam akan menganalisa setiap laporan yang diajukan.

Sebagai komunitas terbesar di Asia Pasifik, para remaja dan orangtua di Indonesia telah menggunakan Instagram untuk hal-hal yang positif dan menginspirasi. Mulai dari peluncuran gerakan #KomenBaik yang melibatkan beberapa komunitas di tahun 2017, kolaborasi David Beckham dan Sripun yang menggunakan Stories untuk menyebarkan semangat anti-bullying, hingga beberapa kreator lokal yang memanfaatkan Instagram untuk membagikan pesan positif mengenai kesehatan dan bentuk tubuh, seperti akun @thistemporary.

"Setiap orangtua pasti memiliki kecemasan bagaimana teknologi dan media sosial telah mempengaruhi kita dan anak-anak kita. Apabila digunakan dengan tepat, media sosial dapat membantu anak kita untuk mencari inspirasi seputar minat dan mengekspresikan diri mereka. Lebih jauh lagi, media sosial bisa berperan untuk membantu mereka dalam menemukan komunitas yang sarat akan keberagaman," kata Riafinola Ifani Sari, penyanyi, aktris, dan mom-influencer.

"Akan tetapi, penggunaan media sosial merupakan tanggung jawab masing-masing anak dan kita sebagai orangtua mereka. Orang tua harus berperan aktif untuk menghimbau dan menjaga mereka agar selalu membagikan konten positif di sosial media, serta memandu mereka dalam menyeimbangkan kehidupan sosial mereka di dunia nyata. Untuk itu, sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menyaring hal-hal baik yang dibawa oleh teknologi dan media sosial, serta menjaganya tetap aman dan positif," imbuh perempuan yang kerap disapa dengan nama Nola B3 ini.

Helena Lersch menambahkan bahwa melindungi pengguna, terutama mereka yang berusia muda, adalah prioritas dari Instagram. Jejaring sosial berbagi foto dan video itu ingin menciptakan sebuah komunitas yang aman, sehingga dapat membantu mereka merasa nyaman dalam mengekspresikan diri dan membagikan hal-hal yang mereka sukai.

"Rangkaian fitur keamanan ini merupakan awal dari hal-hal lebih besar yang akan kami lakukan. Kami berkomitmen untuk senantiasa berupaya membawa dampak positif agar Instagram dapat menjadi komunitas yang aman, positif, dan suportif bagi setiap pengguna di Indonesia," simpul Helena Lersch.

Komentar

x