Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 25 Juni 2018 | 05:42 WIB
 

Laba-laba Tertua di Dunia Mati Disengat Tawon

Oleh : - | Rabu, 2 Mei 2018 | 18:00 WIB
Laba-laba Tertua di Dunia Mati Disengat Tawon

INILAHCOM, Bentley - Para peneliti dari Curtin University, Australia, mengumumkan bahwa laba-laba tertua di dunia --yang berusia 43 tahun-- mati usai disengat oleh tawon parasit.

Diberi nama 'Number 16', laba-laba berjenis trapdoor hunter itu hidup jauh lebih lama dari pemegang rekor sebelumnya, yakni laba-laba tarantula asal Meksiko yang mati di usia 28 tahun. Number 16 mampu hidup sedemikian lamanya karena menghabiskan sepanjang hidupnya hanya di dalam sebuah lubang.

"Laba-laba itu tidak mati karena usia tua tetapi dibunuh oleh sengatan tawon," kata para peneliti dalam publikasi mereka di jurnal Pacific Conservation Biology.

Number 16 juga membantu para ilmuwan untuk membuka informasi penting tentang perilaku Arachnida yang dapat ditemukan di seluruh Australia, termasuk di kebun domestik.

"Sepengetahuan kami ini adalah laba-laba tertua yang pernah tercatat. Kehidupannya yang signifikan telah memungkinkan kami untuk menyelidiki lebih lanjut perilaku dan dinamika populasi laba-laba trapdoor," kata penulis utama Leanda Mason dari Curtin University.

Sebuah proyek penelitian untuk mempelajari laba-laba trapdoor di Central Wheatbelt wilayah Australia Barat pertama kali diluncurkan pada 1974 oleh Barbara York Main, di mana Number 16 ditemukan dan dipantau.

"Melalui penelitian rinci Barbara York Main, kami dapat menentukan bahwa rentang usia yang luas dari laba-laba trapdoor adalah karena ciri-ciri sejarah hidup mereka, termasuk bagaimana mereka hidup di semak yang tidak jelas, sifat mereka yang menetap, dan metabolisme rendah," kata Mason.

Nomor 16 dipantau di alam liar. Laba-laba trapdoor betina tinggal di dalam dan di sekitar liang yang sama hampir sepanjang hidup mereka. Sehingga para peneliti menandai liangnya dan memeriksanya secara teratur.

Studi ini juga memberikan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana tekanan masa depan perubahan iklim dan deforestasi dapat berdampak pada spesies.

Laba-laba Trapdoor secara tradisional memiliki rentang kehidupan antara 5 hingga 20 tahun. Sementara betina tinggal di dalam atau di dekat liang mereka, laki-laki meninggalkan liang setelah dewasa dan pergi mencari pasangan.

Peneliti pun mendapatkan informasi bagaimana spesies tersebut bisa bertahan hidup dalam tekanan perubahan iklim dan defortestasi.

Mereka bukanlah ancaman besar bagi manusia, meskipun gigitan dapat menyebabkan rasa sakit dan bengkak.

Komentar

 
Embed Widget

x