Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 20 September 2018 | 02:07 WIB

Facebook Kembali Diketahui Alami Kebocoran Data

Selasa, 10 April 2018 | 09:09 WIB

Berita Terkait

Facebook Kembali Diketahui Alami Kebocoran Data
(Foto: istimewa)

INILAHCOM, San Francisco - Facebook memblokir akses firma analisis data CubeYou, setelah sebuah media internasional menemukan fakta bahwa firma tersebut mengumpulkan data tanpa izin melalui berbagai macam kuis.

Dalam kuis-kuisnya itu, CubeYou menuliskan keterangan 'untuk kepentingan akademis dan non-profit', namu ternyata mereka membagikannya kepada para pengiklan.

Teknik pengambilan data pengguna Facebook ini terbilang mirip dengan apa yang telah dilakukan Cambridge Analytica yang mendapatkan akses terhadap puluhan juta pengguna Facebook untuk kampanye politik.

Dilaporkan bahwa CubeYou kemudian menjual data yang telah dikumpulkan peneliti yang bekerja di Psychmetrics Lab Universitas Cambridge.

CNBC, yang menemukan fakta tersebut, menyadari bahwa Facebook tidak memiliki kontrol yang ketat terhadap layanan pihak ketiga, terutama setelah terlihat dari kemampuan CubeYou 'mengelabui' dengan tujuan palsu dari kuis yang digelar.

Pihak Facebook mengakui bahwa mereka memang tidak memiliki kontrol yang cukup spesifik, seperti penamaan kuis atau pengawasan terhadap keterangan yang tertulis dari tujuan aplikasi pihak ketiga.

Setelah pemberitahuan dari CNBC ini, Facebook langsung membekukan akses terhadap semua aplikasi dan kuis CubeYou sampai waktu yang belum ditetapkan.

"Kami telah memblokir CubeYou, dan semua aplikasinya telah kami blokir. Kami juga akan segera melakukan investigasi terkait masalah ini," kata Ime Archibong, Facebook's Vice President of Product Partnerships, kepada CNBC.

"Kami akan bekerja sama dengan Komisi Informatik Inggris untuk meminta keterangan dari Universitas Cambridge terkait pengembangan aplikasi oleh Psychometrics Centre, yang telah disalahgunakan oleh Kogan," imbuhnya.

Kogan yang dimaksud Archibong adalah Dr Aleksandr Kogan, peneliti yang mengambangkan aplikasi kuis yang dipakai Cambridge Analytica.

Kebocoran data pengguna Facebook menjadi masalah serius setelah skandal Cambridge Analytica muncul ke publik.

Melalui situs resminya, CubeYou menyebut bahwa mereka menggunakan berbagai aplikasi di browser dan media sosial di Facebook untuk mengumpulkan data pribadi. Mereka kemudian bekerja sama dengan agensi periklanan yang ingin memasarkan produk dengan target pengguna Facebook yang lebih spesifik.

Firma analisis data ini mengumpulkan data berupa usia, jenis kelamin, lokasi bekerja dan tempat mengenyam pendidikan, hingga informasi keluarga dan hubungan asmara.

Tak cuma itu, CubeYou juga meminta akses tergadap nama depan, nama belakang, email, nomor telepon, alamat IP, identitas ponsel, dan histori berselancar di internet.

Pembekuan akses CubeYou hanya berjarak tiga pekan setelah Facebook memblokir Cambridge Analytica, firma analis yang merupakan konsultan politik untuk kampanye pemenangan Donald Trump dalam Pilpres AS 2016 lalu.

Sebanyak 87 juta data pribadi pengguna dicuri Cambridge Analytica dan disalahgunakan. Tak kurang dari 1 juta adalah data pengguna Indonesia.

Selanjutnya pada Jumat pekan lalu, Facebook menangguhkan AggregateIQ, yakni firma analis yang bergerak di sektor periklanan. AggregateIQ juga merupakan anak perusahaan dari SCL, yakni induk dari Cambridge Analytica.

Komentar

x