Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 25 Mei 2018 | 19:59 WIB
 

Ilmuwan Panen Sayuran yang Ditanam di Antartika

Oleh : - | Minggu, 8 April 2018 | 18:18 WIB
Ilmuwan Panen Sayuran yang Ditanam di Antartika
(bostonherald.com)

INILAHCOM, Jakarta - Para ilmuwan Jerman dari Neumayer-Station III berhasil memanen sayuran yang mereka tanam di Antartika dalam jumlah banyak, yakni 3,6 kilogram selada, 18 mentimun, dan 70 lobak.

Menariknya, sayuran-sayuran tersebut ditumbuhkan di laboratorium bernama EDEN-ISS tanpa pupuk, sinar matahari atau pestisida.

Para ilmuwan hanya menggunakan siklus air reusable dan sistem nutrisi. Mereka juga memaksimalkan lampu LED dan secara hati-hati memantau kadar karbondioksida dalam ruangan. Metode tersebut dikenal dengan hidroponik.

"Setelah menabur benih pada pertengahan Februari, saya harus mengahadapi beberapa masalah tak terduga, seperti kegagalan sistem dan badai terkuat. Beruntung, itu semua bisa diatasi," kata Paul Zabel, salah seorang ilmuwan yang terlibat dengan proyek ini, seperti dilansir Science Alert.

Sebenarnya hal ini baru permulaan saja. The German Aerospace Centre, yang mengkoordinasikan proyek ini mengatakan, para ilmuwan berencana untuk memanen 4-5 kilogram sayur dalam seminggu.

"Saya merupakan seorang insinyur. Jadi,pertama-tama, saya harus memiliki pemahaman umum mengenai tanaman," kata Zabel pada 2016 lalu, sebelum proyek ini dimulai.

Bukan pertama kalinya, para ilmuwan mengembangkan proyek seperti ini. Sebelumnya, astronaut di ISS juga berhasil menumbuhkan sayuran pada 2015.

Namun, proyek dari Neumayer-Station III ini lebih fokus untuk memproduksi varian yang lebih luas, seperti lobak, selada, tomat, timun, lada, dan rempah-rempah.

Perlu diingat bahwa proses penanaman ini dilakukan di Antartika yang memiliki suhu -20 derajat celcius. Oleh karena itu, sangat menakjubkan para ilmuwan bisa memanen beragam sayuran seperti itu.

Saat ini, mereka sedang menunggu stroberi untuk berbuah. Nantinya, itu akan dikonsumsi sebagai makanan pencuci mulut.

"Anda harus sabar saat menanam stroberi. Sekarang, kami sedang menunggu agar buah ini berhasil tumbuh," pungkas Daniel Schubert, project manager pada proyek ini.

Komentar

 
Embed Widget

x