Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 22 September 2018 | 14:37 WIB

Indosat Raup Laba Bersih Rp1,1 Trilliun di 2017

Oleh : Ibnu Naufal | Jumat, 30 Maret 2018 | 12:12 WIB

Berita Terkait

Indosat Raup Laba Bersih Rp1,1 Trilliun di 2017
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo) membukukan kinerja positif sepanjang 2017. Salah satu operator telekomunikasi terbesar di Indonesia ini berhasil meraih laba bersih sebesar Rp1,1 triliun atau naik sebesar 2,8 persen dibandingkan tahun 2016.

Dalam catatan kinerjanya, Indosat Ooredoo juga membukukan pendapatan konsolidasi Rp29,9 triliun, utamanya didukung oleh pertumbuhan pendapatan segmen B2B atau MIDI hampir 10 persen dan seluler 1,7 persen.

Pendapatan dari layanan data seluler juga tumbuh pesat 40,2 persen dibanding tahun sebelumnya menjadi Rp14,5 triliun.

Pada akhir 2017, Indosat Ooredoo mengklaim telah digunakan oleh 73 juta pengguna smartphone yang memberikan kontribusi pendapatan data seluler sekitar 60 persen terhadap total pendapatan seluler.

"Kami amat gembira dengan pertumbuhan yang positif ini. Awalnya dengan berbagai tantangan industri yang amat kompetitif, kami memprediksi bahwa perusahaan akan sulit tumbuh," ujar Joy Wahjudi, President Director & CEO Indosat Ooredoo Joy Wahjudi dalam keterangan tertulisnya kepada INILAHCOM.

Namun, dengan berbagai inisiatif perusahaan dalam meningkatkan efisiensi operasional, fokus terhadap strategi, transformasi bisnis, dan organisasi serta marketing produk yang agresif, dinilai telah memberikan hasil yang menjanjikan.

"Laba operasional perusahaan tumbuh kuat dan sehat, meneruskan performa kuat dibanding tahun sebelumnya. Selama tiga tahun berturut-turut Indosat Ooredoo telah berhasil membukukan pertumbuhan positif yang menggembirakan," lanjut Joy.

Selain berhasil menaikkan laba bersih, pertumbuhan Indosat Ooredoo juga ditopang oleh efisiensi beban keuangan. Total utang dari pinjaman bank dan obligasi pada tahun 2017 juga mengalami penurunan 3,3 persen atau berkurang Rp660,2 miliar dibanding tahun 2016 dimana tingkat bunga mengalami penurunan sekitar 0,36 persen poin.

Porsi utang dalam denominasi dollar AS turun 49,9 persen dari US$180,1 juta (mewakili 12,1 persen dari total utang) pada tahun 2016 menjadi sebesar US$90,3 juta (mewakili 6,3 persen dari total utang) pada tahun 2017.

"Dengan ini Indosat Ooredoo telah berhasil mengurangi pengaruh fluktuasi nilai tukar dollar AS ke rupiah," masih kata Joy.

Sebagai bagian dari strategi keuangan, di awal November 2017, lanjut Joy, Indosat Ooredoo telah selesai menerbitkan Obligasi dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan Indosat II Tahap II dengan dana penerbitan sebesar Rp3,42 triliun.

Untuk mendukung ekspansi dan strategi ke depan, Joy menjelaskan, Indosat akan terus menambah jumlah infrastruktur jaringannya dan meningkatkan layanan kepada pelanggan dengan jor-joran menganggarkan alokasi belanja modal atau capital expenditure (Capex).

Indosat Ooredoo telah membangun 4.874 BTS tambahan dibandingkan tahun sebelumnya, dimana 51 persen di antaranya merupakan BTS 4G untuk menunjang pertumbuhan penggunaan data yang sangat tinggi. Total jumlah BTS Indosat pada akhir 2017 adalah 61.357 BTS.

"Indosat sangat serius melakukan ekspansi bisnisnya terutama di luar Jawa. Hal ini ditunjukkan dengan penambahan investasi dan Capex perusahaan menjadi sebesar Rp8 triliun untuk tahun 2018," kata Joy lagi.

Peningkatkan Capex ini, kata dia, merupakan wujud keseriusan perusahaan dalam mengeksekusi strategi perusahaan dalam meningkatkan kualitas jaringan, terutama di luar Jawa.

Penambahan nilai investasi ini akan semakin efektif dengan keberhasilan perusahaan menjadi salah satu pemenang lelang frekuensi 2.1GHz yang diharapkan dapat mendukung upaya meningkatkan kualitas layanan bagi pelanggan.

Melengkapi inisiatif untuk fokus di luar Jawa, Indosat berhasil menjadi salah satu pemenang dalam tender USO melalui pembangunan 119 BTS USO di berbagai daerah terpencil di tujuh provinsi di Indonesia.

Jumlah pelanggan seluler Indosat Ooredoo pada tahun 2017 mencapai 110,2 juta pelanggan, meningkat sebesar 24,5 juta pelanggan dibandingkan dengan tahun 2016.

"Peningkatan ini merupakan hasil dari penawaran produk-produk menarik yang sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidup pelanggan," tutup Joy.

Komentar

Embed Widget
x