Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 26 Mei 2018 | 07:11 WIB
 

Uber Bantah 'Usir' Karyawan di Singapura

Oleh : - | Selasa, 27 Maret 2018 | 12:12 WIB
Uber Bantah 'Usir' Karyawan di Singapura
(Foto: aftermoonvoice)

INILAHCOM, Jakarta - Melalui pernyataan resmi, Uber membantah telah bertindak sewenang-wenang terhadap karyawannya. Pernyataan ini dikeluarkan menyusul viralnya sebuah video yang menggambarkan 'pengusiran' karyawan Uber di Singapura sesaat setelah layanan bisnis mereka di Asia Tenggara telah dibeli oleh Grab.

Video tersebut diunggah oleh seorang pegawai Uber yang menyebut bahwa ia dan rekan-rekannya mendapat perlakuan tak menyenangkan. Ia mengaku hanya diberi waktu dua jam oleh pihak manajemen untuk mengemas barang-barang sebelum angkat kaki dari kantor Uber di Mapletree Anson, Singapura.

"Kalian semua telah mendengar bahwa Grab membeli Uber. Hal itu bukan masalah bagi beberapa orang memang, tapi membawa perubahan ke seluruh karyawan kantor (Uber) karena hanya diberi waktu dua jam untuk keluar dari kantor. Ya, seluruh karyawan melakukan evakuasi #jobless," cuit Syahrizad via akun Twitter-nya @Syhrezd seraya melampirkan video yang ia rekam.

Baca juga: Video Viral Karyawan Uber Diberi 2 Jam Beberes

Keluhan itu dibantah oleh pernyataan resmi dari Uber. Layanan ride-sharing asal San Francisco, AS, tersebut merasa tak pernah bertindak sewenang-wenang terhadap karyawan mereka.

"Karyawan di seluruh Asia Tenggara diberi waktu untuk memroses berita ini, menggelar sesi dengan HR, serta konseling secara online," kata seorang juru bicara Uber.

Akun Twitter @Syhrezd yang mengicaukan kabar pengosongan kantor dalam dua jam juga terkunci.

Terlepas dari itu, para pegawai Uber termasuk beruntung karena tak perlu menganggur lama. Grab berinisiasi merangkul para pegawai Uber.

"Tak ada pegawai Uber yang kehilangan pekerjaan hari ini. Kedua perusahaan (Uber dan Grab) sepakat untuk mendahulukan para pegawai Uber dari yang lainnya," sang juru bicara menjelaskan.

Baca juga: Uber Resmi di Akuisisi Grab, Apa Imbasnya?

Sebelumnya diwartakan bahwa Grab telah resmi mengambil alih bisnis Uber di Asia Tenggara. Dengan demikian, Grab akan menaungi semua aset Uber di Kamboja, Indonesia, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam.

Adapun proses pemindahan mitra pengemudi, pelanggan, rekanan pengantaran, dan hal-hal teknis lainnya diprediksi bakal selesai dalam beberapa bulan ke depan.

Komentar

 
Embed Widget

x