Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 23 Juli 2018 | 08:58 WIB
 

Penetapan Harsiarnas Masih Tunggu Keppres

Oleh : Ibnu Naufal | Minggu, 25 Maret 2018 | 19:19 WIB
Penetapan Harsiarnas Masih Tunggu Keppres
(Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Penetapan Hari Penyiaran Nasional (Harsiarnas) yang jatuh setiap tanggal 1 April ternyata masih belum mendapatkan kekuatan dari Keputusan Presiden (Keppres), meskipun usulan penetapan Harsiarnas itu sudah ada di meja Presiden Joko Widodo.

Seperti diketahui, KPI sudah memulai usaha penetapan Harsiarnas melalui Keppres sejak tahun 2015 dengan melakukan rapat koordinasi bersama Kemenkominfo. Kemudian, pada 2017 mulai dilakukan pembahasan secara detail tentang penetapan tersebut bersama KPI, Kemenkominfo, dan Kemensesneg.

Hingga saat ini, draft Keppres tersebut masih menunggu tanda tangan Presiden Jokowi.

Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Yuliandre Darwis mengakui penetapan tersebut bisa menjadi bukti pengakuan pemerintah terhadap eksistensi dunia penyiaran nasional yang dimulai sejak berdirinya Solosche Radio Vereniging (SRV) di Solo, 1 April 1933.

Menurut dia, deklarasi Hari Penyiaran Nasional dilakukan pertama kali oleh masyarakat Solo pada 1 April 2009, kemudian inisiatif tersebut dilanjutkan wali kota Solo yang saat itu dijabat Jokowi dengan mengirim surat ke Menkominfo tentang usulan penetapan Hari Penyiaran Nasional sekaligus diakuinya KGPAA Mangkunegoro VII sebagai Bapak Penyiaran.

"Eksistensi dunia penyiaran menyertai bangsa ini melewati berbagai fase hingga saat ini Indonesia hidup damai dalam iklim demokrasi, sehingga perlu ditetapkan Hari Penyiaran Nasional dalam Keppres. SRV yang hadir sebelum proklamasi kemerdekaan oleh KGPAA Mangkunegoro VII, juga merupakan stasiun radio pertama milik anak bangsa," ujar Yuliandre, Minggu (25/3/2018).

Dia mengatakan deklarasi secara nasional tentang Hari Penyiaran Nasional dan Bapak Penyiaran Indonesia sempat dilakukan keluarga besar insan penyiaran Indonesia seperti KPI, Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI, LPP RRI, Persatuan Radio Siaran Swasta Nasonal Indonesia (PRSSNI), perwakilan Lembaga Penyiaran Komunitas (LPK), perwakilan televisi swasta, Asosiasi Televisi Lokal Indonesia (ATVLI) dan perwakilan masyarakat penyiaran pada 1 April 2010 di Solo.

Yuliandre juga berharap penetapan Hari Penyiaran Nasional melalui Keppres dapat dilakukan dalam waktu dekat, sehingga penandatanganan Keppres tersebut, sekaligus menjadi momentum spesial pada peringatan Hari Penyiaran Nasional ke-85 di Palu, Sulawesi Tengah.

"Ini akan menjadi kado yang luar biasa istimewa dalam peringatan Hari Penyiaran Nasional ke-85 di Palu tahun ini," katanya.

Komentar

x