Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 15 Oktober 2018 | 20:58 WIB

Jerman, Investor Kendaraan Listrik Terbesar Dunia

Senin, 19 Maret 2018 | 20:30 WIB

Berita Terkait

Jerman, Investor Kendaraan Listrik Terbesar Dunia
(ist)

INILAHCOM, Frankfurt - Industri mobil Jerman merupakan investor kendaraan listrik terbesar di dunia, demikian menurut penelitian yang baru saja dipublikasikan.

Penelitian yang dilakukan konsultan EY menyebut, selama dua tahun terakhir, produsen mobil Jerman seperti Volkswagen, Daimler, dan BMW mengumumkan investasi senilai 4,7 miliar euro atau sekitar Rp79,4 triliun untuk mobil listrik di seluruh dunia.

Angka itu jauh melampaui 335 juta euro atau sekitar Rp5,66 triliun yang diinvestasikan oleh manufaktur AS dan hanya 19 juta euro atau sekitar Rp321 miliar dari perusahaan Jepang.

Investasi yang diumumkan 16 manufaktur terbesar di dunia selama dua tahun terakhir itu menyebutkan bahwa Jerman merupakan destinasi terbesar dengan 3,2 miliar euro atau sekitar Rp54 triliun yang dikucurkan ke industri mobil listrik.

Angka itu jauh lebih banyak dibandingkan 990 juta euro atau sekitar Rp16,7 triliun yang dialokasikan China atau US$887 juta atau sekitar Rp12,2 triliun di AS.

"Mobil bertenaga listrik akan berkembang cukup pesat dalam jangka menengah, yang memaksa produsen mobil terus meningkatkan belanja teknologi," kata Peter Fuss, spesialis industri mobil EY. seperti dilansir AFP.

Seperti di tempat lain di seluruh dunia, produsen mobil Jerman memiliki banyak model mobil listrik dan hybrid yang akan diluncurkan dalam beberapa tahun mendatang.

China sebagai pasar mobil terbesar di dunia baru memulai kendaraan listrik pada tahun depan dengan kuota yang ketat untuk 'kendaraan energi terbaru' dengan hitungan persentase dari total penjualan mereka.

Di Eropa, tekanan pada industri otomotif meningkat setelah serangkaian skandal, termasuk pengakuan VW pada 2015 dalam kasus memanipulasi emisi diesel.

VW menghabiskan hampir dua miliar euro untuk mengonversi dua pabrik di Jerman menjadi manufaktur mobil listrik, sementara Daimler sebagai pembuat Mercedes-Benz tengah merencanakan pabrik baterai di AS.

Komentar

Embed Widget
x