Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 22 November 2018 | 02:01 WIB

Diklaim Lebih Hemat dan Ramah Lingkungan

Ilmuwan Ciptakan Baterai Proton Isi Ulang

Kamis, 15 Maret 2018 | 15:00 WIB

Berita Terkait

Ilmuwan Ciptakan Baterai Proton Isi Ulang
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Melbourne - Sejumlah ilmuwan di RMIT University di Melbourne, Australia, mengklaim telah menciptakan baterai proton pertama di dunia yang bisa diisi kembali.

Saat ini, baterai tersebut masih berupa purwarupa. Namun, para ilmuwan RMIT University itu mengatakan bahwa temuan mereka ini merupakan satu langkah maju untuk menciptakan sumber energi baru yang lebih terjangkau dan lebih ramah lingkungan.

Mereka menyebutkan, dalam waktu lima sampai 10 tahun ke depan, baterai proton dapat bersaing dengan baterai lithium-ion yang kini ada di pasar.

"Baterai lithium-ion memang berfungsi baik, tapi memerlukan bahan yang mahal dan jarang ditemukan," kata peneliti utama, John Andrews, seperti dilansir Digital Trends.

"Teknologi hidro juga baik, tapi harganya mungkin sangat mahal," imbuhnya.

Dalam publikasi RMIT University, Andews berkata bahwa kebutuhan akan energi di dunia terus naik. Dia percaya, baterai proton memiliki potensial untuk mengatasi masalah tersebut. Tak menutup kemungkinan, baterai proton bisa digunakan untuk menggantikan baterai lithium-ion.

"Baterai proton adalah salah satu kontributor potensial untuk memecahkan masalah tentang tingginya tuntutan akan penyimpanan energi," ucap Andrews.

Menurut dia, membuat baterai proton berpotensi menjadi lebih ekonomis daripada menggunakan lithium-ion, yang dibuat dari bahan yang jarang ditemukan.

"Karbon, yang merupakan bahan utama dalam baterai proton kami, ada dalam jumlah banyak dan relatif murah jika dibandingkan dengan metal campuran pada penyimpanan hydrogen dan lithium yang digunakan pada baterai lithium ion," ujarnya.

Keuntungan lain dari baterai proton adalah karbon yang dihasilkan tidak dibakar atau keluar sebagai asap. Hal ini menjadikan baterai proton lebih ramah lingkungan.

Komentar

Embed Widget
x