Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 14 Agustus 2018 | 18:26 WIB

Kemenhub Dorong Startup Buat Aplikasi Transportasi

Oleh : - | Kamis, 1 Maret 2018 | 13:30 WIB
Kemenhub Dorong Startup Buat Aplikasi Transportasi
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian Perhubungan mendorong startup atau perusahaan rintisan lokal untuk mengembangkan teknologi transportasi, baik untuk angkutan darat, udara, maupun perkeretaapian.

"Hari ini saya dengan Balitbang ingin membuka ruang bagi startup, merupakan satu pemikiran inovasi dalam bagian yang tidak terpisahkan dari suatu kerja yang dilakukan oleh pemerintah," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam diskusi yang bertajuk Eksplorasi Potensi Pemanfaatan Inovasi `Start Up` untuk Peningkatan Kinerja Transportasi di Jakarta, Rabu (28/2/2018).

Budi mengatakan bahwa teknologi informasi sudah menjadi gaya hidup masyarakat, termasuk disektor transportasi, sehingga mulai terjadi 'disruptive technology' yang digerakkan oleh para pelaku bisnis perusahaan startup.

Dia menambahkan keberadaanya sendiri telah mewarnai berbagai lini aktivitas manusia secara tidak terstruktur.

"Berbagai terobosan yang bersifat 'out of the box' telah banyak dilakukan. Sekarang masyarakat sudah bisa memesan ojek online, pesan tiket pesawat dan kereta online, pengiriman barang online," tuturnya.

Dia menyebutkan perkembangan perusahaan perintis berdasarkan data startuprangking.com pada akhir Februari 2018, tercatat bahwa Indonesia berada di peringkat empat dunia dengan jumlah perusahaan perintis mencapai 1.716 perusahaan atau di bawah AS (28.821), India (4.753) dan Inggris (2.983) dan ke depannya diperkirakan akan terus meningkat.

"Jika dulu masyarakat mencari-cari kendaraan untuk pergi dari poin A ke poin B, maka kini justru kendaraan yang menghampiri permintaan masyarakat dengan adanya aplikasi sesuai permintaan atau on demand apps," ujarnya.

Untuk itu, Menhub menilai apabila pemerintah tidak membuka diri kepada masyarakat, terutama anak-anak muda untuk berinovasi, maka akan tertinggal.

"Sudah jelas bahwasanya bahwa kita tidak bisa mengantisipasi taksi online, sehingga kita harus melakukan suatu proses tertentu untuk mencocokkan antara regulasi dan yang terjadi di lapangan," ujarnya.

Untuk saat ini, dia menuturkan pengembangan teknologi yang harus diutamakan adalah yang bisa mendukung peningkatan pelayanan.

"Kita masih punya masalah berkaitan dengan layanan antara dunia pelayanan dan masyarakat sehingga apa yang terjadi dengan bus belum bisa merespon apa yang ingin dilaksanakan," imbuhnya.

Terkait dukungan yang akan diberikan Kemenhub, salah satunya dengan peraturan yang tidak memberatkan apabila inovasi yang diciptakan bermanfaat bagi masyarakat luas.

"Prinsipnya kita membuka ruang untuk perbaikan regulasi, jadi kita tidak mengubah regulasi dulu, nanti kalau ada suatu pemikiran yang baik dan ternyata itu adalah regulasi yang menghalang-halangi dan tidak sesuai maka ita uji, sehingga bisa diperbaiki. Jadi tidak semerta-merta saya mau ubah regulasi itu," pungkas Menhub.

Komentar

x