Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 19 Desember 2018 | 11:01 WIB

Kisah Pria yang Hidup dengan 'Paru-paru Baja'

Oleh : Ahmad Taufiqqurakhman | Kamis, 15 Februari 2018 | 20:20 WIB

Berita Terkait

Kisah Pria yang Hidup dengan 'Paru-paru Baja'
(YouTube)

INILAHCOM, Jakarta - Sebuah video terbaru di YouTube memerlihatkan kisah pria yang hidup dengan 'paru-paru baja'. Seperti apakah itu?

Sebelum vaksi Polio ditemukan penanggulangan orang-orang yang terkena virus Polio adalah dengan hidup di alat bantu 'Paru-paru Baja'.

Alat ini digunakan untuk membantu penggunanya bernafas, karena efek dari virus Polio membuat massa otot tubuh menyusut, hingga mengakibatkan kelumpuhan total, sehingga untuk bernafas pun sulit.

Paul Alexander (71) menderita polio sejak umur enam tahun, pada tahun 1952. Karena ia jadi lumpuh total dan sulit bernafas, maka dipasangkanlah alat Paru-paru Baja di tubuh Alexander.

Ironisnya, tiga tahun kemudian vaksin virus Polio ditemukan. Jadi Alxendar hingga kini adalah penderita polio terakhir yang hidup selamanya di mesin Paru-paru Baja.

Polio adalah penyakit menular yang disebabkan oleh poliovirus. Di sekitar 0,5 persen dari kasus polio terdapat kelemahan otot yang mengakibatkan kelumpuhan.

Hal ini dapat terjadi selama beberapa jam sampai beberapa hari. Kelemahan paling sering terjadi pada kaki tetapi kadang-kadang terjadi pada otot-otot kepala, leher dan diafragma.

Banyak tapi tidak semua orang sepenuhnya pulih. Pada penderita polio dengan kelemahan otot sekitar 2 sampai 5 persen dari anak-anak dan 15 sampai 30 persen dari orang dewasa mati.

25 persen lainnya mengalami gejala ringan seperti demam dan sakit tenggorokan dan hingga 5 persen mengalami sakit kepala, leher kaku dan nyeri di lengan dan kaki.

Orang-orang ini biasanya kembali normal dalam waktu satu atau dua minggu. Dalam hingga 70 persen dari infeksi tidak terjadi gejala. Beberapa tahun setelah sembuh sindrom pasca-polio dapat terjadi, dengan perkembangan kelemahan otot yang lambat, sama dengan yang dialami selama infeksi awal.

Vaksin polio pertama dikembangkan pada tahun 1950 oleh Jonas Salk. Tahun 1955 vaksin Salk mulai digunakan.

Tonton videonya di bawah ini:

Komentar

x