Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 26 Februari 2018 | 06:44 WIB
 

Survei Perilaku Belanja Jelang Tahun Baru Imlek

Oleh : - | Kamis, 15 Februari 2018 | 05:05 WIB
Survei Perilaku Belanja Jelang Tahun Baru Imlek
(ist)

INILAHCOM, Jakarta - Tahun Baru China atau Imlek bisa dibilang merupakan perhelatan akbar bagi warga Tionghoa dalam setahun. Beberapa tradisi pun tidak pernah luput dilakukan untuk merayakan Imlek, termasuk tradisi pemberian angpao serta membeli pakaian baru.

ShopBack --platform gaya hidup yang mendukung masyarakat untuk dapat melakukan transaksi pembelian dengan lebih cermat dan hemat-- mencoba mencari tahu kebiasaan masyarakat Indonesia saat dan menjelang Imlek, dengan melakukan survei kepada lebih dari 1.100 responden berusia 18-28 tahun di Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Medan, dan Makassar.

Berdasarkan hasil survei tersebut, hampir dua per tiga responden (60,3 persen) mengaku membeli perlengkapan Imlek via internet. Belanja di toko online dianggap lebih efisien, murah, dan gampang tanpa harus keluar rumah, apalagi di tengah musim hujan saat ini.

Adapun barang-barang yang paling banyak dibeli di toko online meliputi baju baru, pernak-pernik Imlek, groseri dan makanan, peralatan rumah tangga, serta kosmetik.

Sementara itu, berbelanja online pun menjadi kegiatan yang dipilih responden untuk dilakukan selama liburan Imlek tahun ini, dengan persentase 26 persen. Kedua terbanyak setelah berkumpul bersama keluarga, dengan persentase 67,8 persen.

Co-Founder & Country Head of Shopback Indonesia Indra Yonathan mengatakan bahwa dalam beberapa tahun belakang, semakin banyak masyarakat melakukan transaksi di toko online.

"Berdasarkan hasil survei ShopBack, jika dibandingkan antara rata-rata uang yang dibelanjakan masyarakat khususnya untuk imlek di toko online dan offline tidak terlalu menunjukkan perbedaan yang signifikan. Rata-rata keseluruhan responden menghabiskan hingga Rp725.000 di toko online dan Rp890.000 di toko offline untuk membeli kebutuhan imlek. Hal ini membuktikan, bahwa saat ini kepercayaan masyarakat untuk berbelanja online semakin meningkat," ujar Yonathan dalam siaran pers yang diterima INILAHCOM.

Dia menambahkan, dua atau tiga tahun lalu, masyarakat masih enggan untuk menghabiskan banyak uang untuk berbelanja online. Hal ini disebabkan tingkat kepercayaan serta keamanan dalam bertransaksi online masih terbilang rendah pada saat itu.

Selain data di atas, berikut beberapa hasil survei yang menarik untuk diketahui:

1. Wanita lebih suka beli baju baru Imlek di platform e-commerce

Imlek memang tidak lepas dari tradisi membeli baju baru. Berdasarkan survei ShopBack, lebih dari setengah responden (54,9 persen) mengaku membeli baju baru untuk merayakan Imlek di toko online.

Menariknya, terdapat perbedaan mencolok akan pola perilaku belanja saat imlek antara wanita dan pria. Wanita ternyata lebih senang membeli baju di platform online, sedangkan pria lebih senang membeli baju di toko offline, seperti di mal atau pusat perbelanjaan, butik, dan toko baju.

2. Top 5 platform e-commerce favorit masyarakat saat Imlek

Dalam hal berbelanja online di saat Imlek, ShopBack mencoba mencari tahu platfrom e-commerce apa saja yang menjadi favorit masyarakat.

Berdasarkan survei, Shopee memuncaki platform e-commerce favorit saat imlek dengan persentase 32 persen. Kemudian diikuti Tokopedia (26 persen), Lazada (21 persen), MatahariMall (10 persen) dan Zalora (4 persen) di peringkat berikutnya.

3. Uang angpao untuk beli barang dan ditabung

Sebanyak 42,9 persen responden yang mengaku masih menerima angpao akan menyisihkan beberapa persen dari uang yang diterima untuk di tabung.

Berdasarkan survei, nilai rata-rata keseluruhan responden akan menyimpan sebanyak 52 persen dari uang angpao yang diterima sebagai tabungan, dan sisanya 48 persen digunakan untuk berbelanja (membeli barang/ produk, buat makan-makan, dan jalan-jalan).

4. Beli perlengkapan Imlek seminggu sebelum Imlek

Berdasarkan survei ShopBack, sebanyak 40,1 persen responden sudah mulai membeli perlengkapan Imlek seminggu sebelum perayaan Imlek berlangsung.

Sebanyak 24 persen mulai membeli perlengkapan dua minggu sebelum dan 16,4 persen sebulan sebelumnya.

Adapun menurut riset yang ShopBack lakukan dengan menggunakan Google Trends, keyword pencarian mengenai kebutuhan Imlek sudah mulai marak seminggu sebelum Imlek berlangsung. Bahkan dalam sebulan terakhir, masyarakat sering mencari informasi mengenai penjualan pernak-pernik Imlek.

Dari data tersebut, ternyata Imlek tahun ini, masyarakat Indonesia membutuhkan informasi mengenai penjual pohon jeruk Imlek sebagai hiasan saat imlek, secara online. Keyword pencarian tentang pohon jeruk Imlek ini pun meningkat delapan kali lipat dibandingkan tahun lalu.

Komentar

 
Embed Widget

x