Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 27 Mei 2018 | 16:46 WIB
 

Qualcomm Kembali Tolak Tawaran Akuisisi Broadcom

Oleh : - | Senin, 12 Februari 2018 | 14:14 WIB
Qualcomm Kembali Tolak Tawaran Akuisisi Broadcom
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, San Diego - Usai ditolak pada November tahun lalu, Broadcom kembali mengajukan tawaran baru untuk mengakuisisi Qualcomm dengan nilai mahar yang lebih tinggi, yakni US$121 miliar atau sekitar dengan Rp1.650 triliun.

Namun, pihak Qualcomm lagi-lagi menolak pinangan tersebut. Tak butuh lama bagi jajaran direksi Qualcomm untuk menimbang tawaran Broadcom dan segera mengutarakan penolakan mereka.

"Dewan direksi sepakat memutuskan bahwa tawaran Anda yang direvisi masih berada di bawah nilai Qualcomm dan tak memenuhi komitemen regulasi yang diperlukan, mengingat resiko signifikan dari transaksi yang gagal," tulis Chairman Qualcomm Paul Jacobs dalam surat yang ditujukan ke CEO Broadcom Hock Tan.

Mengutip CNBC, tawaran akuisisi US$121 miliar dari Broadcom mencakup pembelian saham publik Qualcomm (outstanding shares) seharga US$82 per lembar, yang terdiri dari US$60 uang kas dan US$22 dalam bentuk saham Broadcom.

Dalam upaya akuisisi yang dilancarkan sebelumnya pada November tahun lalu, Broadcom menawar saham Qualcomm seharga US$70 per lembar. Nilai total tawaran akuisisi Broadcom ketika itu sebesar US$103 miliar atau sekitar Rp1.400 triliun.

Setelah dinaikkan pun, Jacobs masih menilai tawaran akuisisi Broadcom terlalu 'inferior' dibandingkan prospek Qualcomm apabila tetap berjalan sebagai perusahaan independen.

Meski demikian, Jacobs turut mengatakan bahwa pihaknya tidak menutup kemungkinan akuisisi. Dia menyebut dewan direksi Qualcomm masih terbuka untuk bertemu dengan pihak Braodcom untuk membicarakan 'semua kemungkinan memaksimalkan nilai para pemegang saham'.

Di dunia teknologi, Qualcomm dikenal sebagai perusahaan semikonduktor pencipta System-on-Chip (SoC) seri Snapdragon dan chip modem yang banyak dipakai di produk smartphone berbagai pabrikan. Qualcomm juga aktif mengembangkan teknologi komunikasi, termasuk jaringan seluler generasi ke-5 alias 5G yang bakal menjadi tumpuan masa depan.

Adapun Broadcom juga merupakan perusahaan semikonduktor yang membuat chip dari berbagai jenis untuk dipakai di aneka produk, mulai dari komputer, data center, smartphone, hingga konsol game dan perangkat GPS. Baik Broadcom maupun Qualcomm sama-sama duduk di daftar 10 besar pabrikan semikonduktor dunia lansiran firma riset pasar Gartner.

Komentar

 
Embed Widget

x