Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 27 Mei 2018 | 16:42 WIB
 

New York Times Sukses Beralih dari Cetak ke Online

Oleh : - | Minggu, 11 Februari 2018 | 13:13 WIB
New York Times Sukses Beralih dari Cetak ke Online
(Foto: istimewa)

INILAHCOM, New York - Di situasi yang sulit bagi media saat ini, The New York Times Company berhasil mencatat pertumbuhan pelanggan yang signifikan. Perusahaan itu pun mampu melewati 2017 dengan 'sehat'.

The New York Times mengatakan, pelanggan digital mereka bertambah 157 ribu pada Q4 2017 yang membuat pendapatan sepanjang tahun lalu mencapai lebih dari US$1 miliar. Pelanggan digital kini menyumbang 60 persen dari total pendapatan perusahaan.

Pertumbuhan langganan digital tersebut berkontribusi terhadap meningkatnya total pendapatan pada 2017 yang mencapai 8 persen menjadi US$1,7 miliar, dan 10 persen pada Q4 2017 menjadi US$484 juta.

The New York Times memiliki lebih dari 2,6 juta langganan digital (belum termasuk layanan cetak), yang mencakup produk berita, memasak, dan teka-teki silang hingga akhir 2017.

Pendapatan dari pelanggan digital saja meningkat 46 persen dibandingkan tahun sebelumnya menjadi US$340 juta, dan meningkat 51 persen dibandingkan Q4 tahun sebelumnya menjadi US$96 juta.

Pendapatan dari pelanggan sepanjang 2017 meningkat 15 persen dan naik 19 persen pada Q4 2017 menjadi US$269 juta.

Chief Executive The New York Times Mark Thompson mengatakan bahwa perusahaan senang dengan retensi kuat yang terus berlanjut setelah euforia pilpres AS 2016.

"Kami terus membuat kemajuan yang menggembirakan dan melihat gejolak bulanan yang jauh lebih rendah daripada beberapa tahun yang lalu," katanya.

Pada awal November tahun lalu, Thompson memuji kualitas jurnalisme di The New York Times yang menurutnya bagai 'angkatan laut dengan berbagai samudera' karena kemampuan meliput isu internasional maupun nasional sekaligus mengerahkan jurnalis mereka untuk investigasi.

The Daily, podcast dari The New York Times, diunduh lebih dari 100 juta kali sejak Februari 2017.

Mereka kini tidak lagi mendasarkan bisnis pada usaha cetak. Pegawai di bagian 'copy desk' sudah di-PHK dengan kompensasi. The New York Times juga kemudian menyusun ulang newsroom.

Arthur Gregg Sulzberger, selaku pemilik pemilik The New York Times, saat menyambut Tahun Baru 2018 lewat editorial mengemukakan, tantangan saat ini adalah kepercayaan terhadap media menurun seiring teknologi yang mengagung-agungkan clickbait, rumor dan propaganda. Di sisi lain, para buzzer politik memanas-manasi masyarakat agar curiga terhadap pers.

Polarisasi yang makin besar telah membahayakan akal sehat, hal yang selama ini mengikat orang banyak menjadi suatu masyarakat.

"The New York Times akan berusaha menyajikan berita paling penting lewat keingintahuan, keteguhan, dan empati," ujarnya.

"Kami yakin cara memperbaiki dunia adalah dengan mulai memahaminya," kata Sulzberger.

Menurut dia, The New York Times akan memegang teguh standard paling tinggi untuk independensi, akurat, dan tidak berat sebelah.

"Kami akan terus memberi jurnalis kami kesempatan untuk menggali suatu berita hingga berbulan-bulan, sekaligus juga untuk para ahli hukum menulis hukum, dokter menulis kesehatan, dan veteran menulis berita peperangan," paparnya.

Pendapatan iklan digital meningkat 14 persen pada 2017 menjadi US$238 juta. Dalam tiga bulan terakhir, pendapatan iklan digital naik 9 persen menjadi US$84 juta, di mana saat ini berkontribusi 46 persen dari total pendapatan iklan perusahaan.

Target pendapatan

Dengan pendapatan digital lebih dari US$600 juta pada 2017, perusahaan ini semakin dekat untuk mencapai target pendapatannya sebesar US$800 juta pada 2020.

Namun, The New York Times masih terus menghadapi tantangan dalam iklan cetak. Pada 2017, pendapatan iklan cetak turun 14 persen menjadi US$320 juta. Pendapatan iklan cetak pada Q4 2017 juga turun 8 persen menjadi US$98 juta.

Perusahaan mengatakan, pendapatan iklan secara keseluruhan untuk tahun ini turun 4 persen menjadi US$559 juta. Pendapatan iklan untuk kuartal tersebut turun 1 persen.

"Kami masih menganggap periklanan sebagai aliran pendapatan yang penting. Namun, percaya bahwa fokus kami pada membangun hubungan yang baik dan dekat dengan pengguna berbayar, serta melibatkan diri dengan mereka, maka pendapatan jangka panjang akan mengalir dari hubungan tersebut, adalah cara terbaik untuk membangun bisnis berita yang sukses dan berkelanjutan," ungkap Thompson.

Biaya operasi yang disesuaikan naik menjadi US$376 juta untuk Q4 2017 dari US$344 juta.

Laba operasi yang disesuaikan naik menjadi US$108 juta untuk Q4 2017, dibandingkan dengan US$96 juta untuk periode yang sama tahun sebelumnya.

Laba operasional turun menjadi US$23 juta untuk kuartal ini, dari US$56 juta, sebagian karena biaya pensiun dan biaya operasional yang lebih tinggi.

Perusahaan melaporkan kerugian bersih US$58 juta untuk Q4 2017.

Kuartal terakhir 2017 ditandai dengan perubahan signifikan pada surat kabar. Mantan penerbit Arthur Sulzberger Jr mengatakan bahwa dia telah menyerahkan kendali kepemimpinannya kepada anaknya Arthur Gregg Sulzberger, yang mengambil alih jabatan pada tanggal 1 Januari 2018.

Perusahaan tersebut juga melanjutkan renovasi ke markas Manhattan, dengan lebih sedikit karyawan yang bergabung.

Dalam sebuah pengumuman terpisah, The New York Times mengatakan telah mencapai kesepakatan multiyears untuk mencetak dan mendistribusikan produk Newsday dari pabrik perusahaan di Queens. [tar]

Komentar

 
Embed Widget

x