Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 26 Februari 2018 | 06:40 WIB
 

Serangan Siber Berbasis AI Akan Terjadi di 2018

Oleh : - | Minggu, 11 Februari 2018 | 09:09 WIB
Serangan Siber Berbasis AI Akan Terjadi di 2018
(Foto: ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Para pakar keamanan siber di Avast, perusahaan produk keamanan digital, memperkirakan akan ada model kejahatan siber baru.

Menurut Avast, serangan siber itu kemungkinan bakal menggunakan program kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Serangan lainnya yang akan meningkat adalah ransomware, serangan terhadap perangkat Internet of Things (IoT), malware cryptomining, dan serangan terhadap layanan yang dibangun dengan Blockchain.

Laporan yang disusun Avast, Threat Prediction Report for 2018, mengindikasikan potensi serangan rantai pasokan tingkat tinggi akan muncul, dan peningkatan serangan dari fileless malware, pelanggaran data dan serangan pada perangkat mobile, misalnya trojan perbankan.

"Semakin bertambahnya kerangka pembelajaran mesin yang open source, ditambah dengan penurunan harga perangkat keras yang signifikan, penjahat siber kian memiliki peluang untuk menggunakan kerangka pembelajaran mesin untuk menyusup melewati algoritme pembelajaran mesin yang dikembangkan perusahaan keamanan," kata Ondrej Vlcek, CTO dan EVP Avast, dalam keterangan tertulisnya.

"Kami memperkirakan penjahat siber akan memanfaatkan teknologi AI untuk meluncurkan serangan phising yang canggih,di samping serangan malware," imbuhnya.

Serangan juga mengincar smartphone dan perangkat IoT. Sementara itu, akan terjadi peralihan pada vektor serangan, dengan rantai pasokan menjadi target utama, dan kerentanan kunci RSA berpotensi disalahgunakan untuk mencuri data dan menyuntikkan muatan berbahaya ke dalam data yang ditandatangani.

Para penjahat siber akan melancarkan lebih banyak serangan dengan ransomware, malware cryptomining, dan fileless malware. Mereka juga akan menyerang layanan berbasiskan Blockchain.

Serangan malware cryptomining, pencurian uang digital, dan penipuan seputar uang digital akan meningkat seiring dengan kian populernya mata uang tersebut.

Perangkat bergerak masih menarik bagi penjahat siber. Bagi perangkat mobile dan pengguna yang sering mengunduh rooter dan aplikasi palsu menjadi ancaman terbesar pada 2017. Jumlah aplikasi palsu, trojan perbankan, dan ransomware diperkirakan akan meningkat.

Komentar

 
Embed Widget

x