Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 21 Oktober 2018 | 15:35 WIB

Astronom Amatir Temukan Satelit NASA yang Hilang

Minggu, 4 Februari 2018 | 02:02 WIB

Berita Terkait

Astronom Amatir Temukan Satelit NASA yang Hilang
(Foto: dailydot)

INILAHCOM, Washington - Seorang astronom amatir telah menemukan kembali satelit Magnetopause-to-Aurora Global Exploration (IMAGE) milik NASA dilaporkan menghilang sekitar 13 tahun lalu.

Pada Desember 2005, NASA mengumumkan bahwa mereka telah kehilangan kontak dengan IMAGE. Satelit yang diluncurkan pada tahun 2000 untuk menganalisa dampak angin surya terhadap magnetosfer Bumi ini sebetulnya telah melewati perkiraan usianya. IMAGE hanya direncanakan untuk misi dua tahun, tetapi terus mengirimkan data selama 5,8 tahun sebelum menghilang dari peredaran.

Smithsonian.com melaporkan, seorang astronom amatir bernama Scott Tilley menemukan IMAGE ketika menyelidiki satelit Zuma yang juga menghilang awal tahun ini. Dia mencari di orbit Bumi tinggi dan mendeteksi sinyal dari satelit 2000-017A, 26113. Sinyal tersebut adalah tanda yang digunakan oleh IMAGE.

Tilley kemudian melaporkan temuan ini dalam blog pribadinya, Riddles in the Sky, pada 21 Januari 2018, dan langsung menarik perhatian sejumlah astronom amatir lainnya yang turut melaporkan sinyal dari IMAGE.

Kepada AmericaSpace, ilmuwan heliofisika di NASA, Jeff Hayes, mengatakan bahwa pihaknya masih belum tahu secara pasti bila sinyal itu adalah IMAGE.

"Saat ini NASA tengah terus mencoba menghubungi orang-orang yang memiliki pengetahuan mengenai misi tersebut dan berusaha mendapatkan program yang sesuai jika ternyata memang IMAGE," ujarnya.

Sementara itu, Patricia Reiff selaku fisikawan plasma antariksa di Rice University, AS, yang juga mantan investigator dalam misi IMAGE berharap agar sinyal yang ditemukan Tilley memang benar berasal dari IMAGE. Pasalnya, belum ada satelit lain yang memiliki semua kemampuan IMAGE.

Dalam siaran pers resmi NASA, IMAGE disebut mampu memberi para peneliti pandangan luas mengenai gerakan partikel di magnetosfer, sekaligus menunjukkan bagaimana matahari berinteraksi dengan partikel-partikel tersebut.

"Satelit ini sangat penting untuk membaca cuaca antariksa dan mempelajari respons global dari magnetosfer terhadap badai surya," kata Reiff.

Komentar

Embed Widget
x