Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 25 Mei 2018 | 00:18 WIB
 

Penutupan Bisnis Drone, Ini Kata CEO GoPro

Oleh : - | Selasa, 16 Januari 2018 | 08:08 WIB
Penutupan Bisnis Drone, Ini Kata CEO GoPro
(ist)

INILAHCOM, Las Vegas - GoPro baru saja mengumumkan kabar yang cukup mengejutkan. Mereka baru saja merumahkan ratusan karyawan yang berada di bawah divisi drone Karma, sekaligus menghapus divisi tersebut dari perusahaan.

Menurut pendiri yang juga CEO GoPro, Nick Woodman, hal ini disebabkan karena perusahaan sedang berada dalam masa sulit, sehingga harus memangkas operasional perusahaan.

Oleh karena itu, saat ini GoPro akan lebih fokus pada bisnis kamera outdoor yang masih diyakini bisa menjadikan perusahaan dapat bertahan lebih lama.

Meski dalam kondisi kritis, Woodman enggan berkomentar ketika ditanya mengenai rencana menjual perusahaan saat berada di event CES 2018 di Las Vegas, AS. Dia hanya menyatakan bahwa pihaknya membuka diri jika ada perusahaan lain yang ingin menyuntik modal ke GoPro.

"Kami akan terus menyusun strategi agar perusahaan ini tetap bisa berjalan secara mandiri. Karena yang dapat menentukan nasib kita adalah kita sendiri," ujar Woodman sepetti dilansir TechCrunch.

Sesaat setelah Woodman mengumumkan keadaan perusahaannya, saham GoPro dikabarkan anjlok hingga 20 persen.

Dua tahun lalu, GoPro sempat merilis drone berkamera bernama Karma sebagai portofolio produknya.Tapi berselang 16 hari setelah produk tersebut rilis pada pertengahan 2016, GoPro menarik produk tersebut dari pasaran, lantaran masalah teknis.

Tiga bulan kemudian, Karma kembali mengudara. Sayangnya, penjualan drone tersebut tidak sesuai ekspektasi, sehingga Karma tak lagi terdengar kabarnya. Hingga awal Januari 2018, GoPro benar-benar dihentikan produksi Karma.

Selain Karma, produk GoPro lain seperti kamera aksi Hero 5 Black juga mencatat angka penjulan yang buruk. Sepinya pembeli menyebabkan GoPro harus menurunkan harga kamera tersebut dari harga awal US$399 atau sekitar Rp5,3 juta menjadi US$299 atau sekitar Rp4 juta.

Sedangkan kamera aksi seri terbaru, Hero 6 Black juga mengalami penurunan harga sebesar US$100 hingga pada akhirnya berhenti diproduksi.

Tak ingin gagal lagi, Woodman berupaya untuk menciptakan perangkat baru yang diminati oleh masyarakat ke depannya. Oleh sebab itulah GoPro kemudian meneruskan pertaruhannya dengan menciptakan kamera aksi Fushion yang dibanderol dengan harga US$699 atau sekitar Rp9,3 juta.

Dibandingkan kamera aksi GoPro lainnya, Fushion memiliki kelebihan berupa software yang memungkinkan pengguna mengedit gambar yaang telah diambilnya. Selain itu, Fushion juga dilengkapi dengan teknologi sekelas kamera 360 dapat menangkap objek menjadi lebih menarik.

"Saya tidak berfikir bahwa konsumen menginginkan kamera 360. Tapi saya rasa mereka menginginkan kamera sederhana yang menawarkan kemudahan dalam mengambil serta membagikan momen yang terekam dalam kamera," ujar Woodman

"Saya rasa seperti itulah kamera 360 masa depan," pungkasnya.

Komentar

 
Embed Widget

x