Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 22 Februari 2018 | 05:54 WIB
 

Produksi Mobil Listrik di Meksiko, Ford Dikecam

Oleh : - | Sabtu, 23 Desember 2017 | 18:30 WIB
Produksi Mobil Listrik di Meksiko, Ford Dikecam
(digitaltrends.com)

INILAHCOM, Detroit - Serikat Pekerja Otomotif AS atau United Automobile Workers (UAW) mengecam keputusan Ford yang akan memproduksi kendaraan listrik di Meksiko, atau meninggalkan markasnya di Michigan.

"Saya tidak senang dengan (keputusan) Ford. Saya pikir kami kehilangan peluang besar di negara ini," kata Dennis Williams, President UAW, seperti dilansir AFP.

Meski demikian, dia juga mengeluhkan pengenaan pajak besar yang baru saja disetujui Kongres AS justru gagal memberikan dana investasi utama guna membuat pasar otomotif di negeri Paman Sam itu lebih kompetitif.

Ford mengumumkan pada awal bulan ini bahwa akan menggeser produksi kendaraan listrik ke Meksiko sehingga membalikkan keputusan sebelumnya yang akan memproduksi mobil di pabrik Flat Rock, Michigan, AS.

Produsen otomotif ini menyebut bahwa keputusan mereka tersebut akan memberi ruang bagi pabrik Flat Rock untuk memproduksi mobil swakemudi. Hal itu juga akan meningkatkan investasi menjadi US$900 juta serta membuka 850 lapangan pekerjaan baru.

Namun, keputusan itu dibuat di tengah-tengah ketidakpastian Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA) dan dampak potensial bagi industri otomotif terpadu di AS karena pemerintahan Presiden Donald Trump mendesak pabrik lebih banyak memproduksi mobil di dalam negeri.

Beberapa analis mengatakan, produksi kendaraan listrik berpindah ke Meksiko sebagai upaya Ford memangkas biaya tenaga kerja agar lebih murah.

Williams menilai upaya Trump merevisi NAFTA tidak akan berhasil, kecuali ada langkah untuk menaikkan upah pekerja di Meksiko.

"Mereka fokus pada aturan asal dan semua itu. Tapi satu hal yang harus Anda minta adalah standar hidup yang berbeda untuk pekerja Meksiko," katanya.

"General Motors, Ford Motor Co, FCA, Nissan, dan Toyota bisa memberi contoh dengan upah mereka. Anda tidak memerlukan perubahan apapun pada NAFTA agar mereka melakukan itu," lanjut Williams.

Kepala serikat pekerja itu juga mengatakan pengenaan pajak yang disepakati Kongres yang dipimpin Partai Republik tidak mendorong investasi di bidang pendidikan dan teknologi agar mampu bersaing dengan perusahaan di Eropa dan Asia.

"Akan ada kemajuan, tapi orang kaya akan melemparkannya ke Wall Street bukan Main Street," katanya.

"Masyarakat kami, secara keseluruhan, tidak akan siap menghadapi generasi teknologi dan generasi sains berikutnya. Kami tidak memberi anak-anak kesempatan untuk mendapatkan pendidikan terbaik di dunia," pungkas Williams.

Komentar

 
Embed Widget

x