Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 22 Mei 2018 | 13:03 WIB
 

Analis: Bisnis Smartphone Samsung Menyusut di 2018

Oleh : - | Selasa, 19 Desember 2017 | 11:30 WIB
Analis: Bisnis Smartphone Samsung Menyusut di 2018
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, San Francisco - Industri smartphone semakin ramai dengan kehadiran produsen-produsen asal China. Hal tersebut tentu berdampak pada pertumbuhan bisnis para produsen lama, salah satunya Samsung.

Selama ini, Samsung dikenal sebagai produsen smartphone terbesar dengan pangsa pasar terbanyak di dunia. Namun, menurut para analis, posisi tersebut tampaknya bakal menurun secara perlahan.

Firma Strategy Analytics mengatakan, pangsa pasar Samsung akan menyusut sepanjang 2018, berkutat di angka 19,2 persen dengan pengapalan sebanyak 315 juta unit. Angka itu lebih kecil ketimbang estimasi sepanjang tahun 2017 ini yang dipatok 20,5 persen.

Melemahnya posisi Samsung dikatakan karena gempuran dari Apple sebagai kompetitor kelas atas, dan para produsen asal China sebagai pesaing di level menengah ke bawah.

"Sementara smartphone iOS tak punya saingan, Samsung akan menghadapi tantangan sulit di segmen Android," kata Park Nam-gyoo, pakar bisnis di Seoul National University, Korea Selatan, seperti dilansir GadgetsNow.

Jika prediksi dari para analis ini benar, Samsung bakal mengulang penurunan pangsa pasar yang sama pada 2016 lalu. Saat itu, alasan jebloknya penjualan smartphone Samsung karena hadirnya masalah pada Galaxy Note 7.

Selain Samsung, para analis juga meramalkan posisi produsen-produsen ternama lainnya. Apple dikatakan bakal meraup pangsa pasar 14,3 persen sepanjang 2018 dengan pengapalan total 234 juta unit smartphone. Jika benar, persentase itu naik dari estimasi tahun ini sebesar 14 persen.

Produsen China seperti Huawei dan OPPO digadang-gadang bakal meraup pangsa pasar masing-masing 10 persen dan 7,8 persen sepanjang 2018 mendatang.

Para pabrikan China juga dikatakan tak puas dengan pasar low-end, sehingga mereka akan mulai merambah ke pasar high-end di tahun depan.

Komentar

 
Embed Widget

x