Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 15 Agustus 2018 | 04:25 WIB

Program Uji Coba Tingkatkan Jumlah Drone di AS

Oleh : - | Selasa, 31 Oktober 2017 | 13:13 WIB
Program Uji Coba Tingkatkan Jumlah Drone di AS
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Washington - Presiden AS Donald Trump memerintahkan Departemen Transportasi untuk meluncurkan program uji coba untuk meningkatkan jumlah drone untuk tujuan komersial dan sipil.

"Program ini akan membantu menanggulangi tantangan yang paling signifikan dalam mengintegrasikan drone ke dalam wilayah udara nasional seraya menekan risiko yang timbul terhadap keamanan dan keselamatan publik," demikian pernyataan Departemen Transportasi seperti dilansir VOA News.

Di bawah program ini, drone akan diuji terbang saat malam hari, terbang di atas warga untuk uji coba keselamatan, terbang di luar jarak pandang operator dan mengirimkan paket.

Departemen Transportasi juga akan menguji coba teknologi yang dapat mencegah tabrakan dengan pesawat lainnya.

"Drone terbukti berharga khususnya dalam situasi-situasi darurat, termasuk mengkaji kerusakan yang timbul akibat bencana alam seperti yang ditimbulkan topan baru-baru ini dan kebakaran hutan di California," ujar Menteri Transportasi AS Elaine Chao.

Saat ini, drone pada umumnya di AS masih merupakan sesuatu yang baru. Para pejabat kedirgantaraan federal mengatakan, ada kurang lebih 1 juta drone yang terdaftar di AS. Kebanyakan dimiliki oleh mereka yang menerbangkannya sebagi hobby.

Ukuran mereka kecil dan relatif tidak mahal dan dapat dimodifikasi untuk mengirim paket-paket berukuran kecil dan bahkan pizza.

Namun, minimnya aturan dan peraturan keselamatan federal maupun daerah telah membatasi penggunaan komersial secara luas.

Selain itu juga ada keprihatinan yang tidak dapat ditutupi bahwa drone dapat dimanfaatkan oleh para teroris.

Baru-baru ini, Direktur FBI Christopher Wray menyatakan pada panel Senat AS bahwa pihaknya mengantisipasi kondisi ini cepat atau lambat akan timbul.

"Drone cukup mudah untuk diperoleh, mudah dioperasikan, namun sulit untuk dicegah dan dipantau," katanya.

Sebuah drone yang diterbangkan oleh seorang penggemar perangkat ini secara tidak sengaja jatuh di halaman Gedung Putih pada tahun 2015.

Bersamaan dengan program uji coba yang diumumkan pekan lalu, pemerintahan Trump ingin memperkuat kekuasaan polisi untuk melacak drone dan menembaknya jatuh apabila drone dianggap menjadi ancaman.

Komentar

x