Find and Follow Us

Kamis, 23 Januari 2020 | 09:03 WIB

SMS Dipakai untuk Survei Kesehatan di Kenya

Oleh : Wahyu Perdana Putera | Sabtu, 27 April 2013 | 11:12 WIB
SMS Dipakai untuk Survei Kesehatan di Kenya
(voanews.com)
facebook twitter

INILAH.COM, Nairobi - Palang Merah Internasional menggunakan layanan pesan singkat (SMS) dalam melakukan survei untuk mengumpulkan data dan membuat laporan kesehatan di Kenya.

Penggunaan ponsel di Afrika sudah berkembang secara luas dan pesat. Hingga akhir 2012, diperkirakan 70% penduduk di Afrika sudah memiliki ponsel. Dan kini, Palang Merah Internasional (IFRC) menggunakan teknologi ponsel untuk menyelamatkan nyawa di Afrika.

Di Kenya, Palang Merah Internasional mengembangkan survei berbasis ponsel atau Rapid Mobile Phone (RAMP). Mekanisme ini memungkinkan para tenaga medis mempelajari banyak hal mengenai kesehatan orang di wilayah terpencil dalam waktu yang sangat singkat.

"Para relawan IFRC menggunakan ponsel untuk berkomunikasi. Mereka menggunakannya untuk menelepon, namun lebih sering untuk mengirim SMS karena itu lebih murah. Para relawan tersebut dan petugas kesehatan komunitas lainnya di tingkat lokal kemudian menggunakan ponsel untuk mengelola aktivitas dan program, tidak hanya program kesehatan tapi semua program," ujar Jason Peat, petugas kesehatan senior untuk malaria, seperti dikutip dari VOANews.

Menurutnya, para relawan menggunakan RAMP untuk mengumpulkan data seperti yang terkait dengan kelahiran, perawatan bayi, imunisasi, malaria, paru-paru basah, diare dan isu-isu kesehatan lainnya.

Disebutkan oleh Peat, survei melalui ponsel telah berhasil mengurangi biaya secara tajam. Skema ini, lanjut Peat, 10 kali lebih murah dibandingkan dengan metoda 'clipboard' dan menghemat banyak waktu.

"Sistem ini sangat cepat. Kami memiliki buletin data dalam 24 jam, sementara dahulu dibutuhkan waktu berbulan-bulan untuk bisa menghasilkan buletin data. Namun kini, kami dapat menulis laporan tertulis dalam tiga hari," jelas Peat.

Kini Organisasi Kesehatan Dunia WHO dan para ahli epidemiologi juga turut membantu Palang Merah Internasional untuk mengembangkan survei berbasis ponsel tersebut. [ikh]

Komentar

x