Find and Follow Us

Selasa, 19 November 2019 | 18:52 WIB

Musibah Smartfren, Pembelajaran Industri Telko

Oleh : Ahmad Taufiqqurakhman | Rabu, 27 Maret 2013 | 16:51 WIB
Musibah Smartfren, Pembelajaran Industri Telko
(Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Musibah yang menimpa Smartfren akhir pekan lalu seakan menyiratkan bahwa dunia telekomunikasi belum siap penuh menyikapi potensi perusak infrastruktur ekosistem telekomunikasi.

Akhir pekan lalu, dua kabel serat optik internet untuk jalur internasional milik Smartfren putus. Naasnya yang putus ada kabel utama (jalur laut) dan kabel cadangannya (jalur darat). Putusnya pun hanya berselang satu hari saja.

"Kabel laut kami putus karena jangkar kapal minyak, sementara kabel darat kami putus terkena bencana tanah longsor," jelas Merza Fachys, Direktur Teknik Smartfren di Jakarta, Rabu (27/3).

Ia juga menjelaskan bahwa kabel lautnya mengarah ke Singapura melintasi Bangka dan Batam. Sementara kabel daratnya juga mengarah ke Singapura, namun melintasi dataran Sumatera.

"Banyak pihak yang belum siap akan peristiwa seperti ini. Untuk memperbaikinya saja kami harus berurusan dengan pihak ketiga yang me-mantain kabel-kabel laut melalui kapal," jelas Merza.

"Untuk kapal-kapal jenis itu pula hanya ada 80 unit di seluruh dunia. Kami pun harus mengantre di daftar klien. Jika ditaruh di paling bawah, maka waktu paling cepat memakan waktu tiga bulan," tambah Merza.

Lalu Merza juga mengatakan bahwa beruntung Smartfren juga bekerjasama dengan pihak-pihak terkait agar masalah tersebut cepat diselesaikan, hingga akhirnya hari ini masalah tersebut telah selesai.

Sebagai program kompensasi ke pelanggan atas ketidaknyamanan ini, Smartfren bakal meluncurkan program bonus layanan data hingga 50% dari kapasitas yang didaftarkan, bermula dari 1 April hingga akhir April 2013.

"Informasi rincinya akan kami infromasikan lagi," pungkas Merza. [ikh]

Komentar

x