Find and Follow Us

Selasa, 19 November 2019 | 04:37 WIB

Penelitian Juga Mempertimbangkan Faktor Halal

Sabtu, 11 Agustus 2012 | 19:19 WIB
Penelitian Juga Mempertimbangkan Faktor Halal
ist
facebook twitter

INILAH.COM, Bandung - Deputi Menteri Riset dan Teknologi Bidang Jaringan Iptek Amin Soebandrio menyatakan masyarakat adalah bagian tidak terpisahkan dari setiap kegiatan penelitian.

Dalam seminar internasional ke-10 Triple Helix di Hotel Grand Panghegar, Bandung, Amin mengatakan penerimaan masyarakat adalah faktor kunci yang akhirnya menentukan apakah suatu hasil penelitian bisa diterapkan secara massal.

"Setiap penelitian harus mempertimbangkan dampak kepada masyarakat baik dari segi etika maupun legal," ujarnya.

Ia mencontohkan penelitian untuk menghasilkan vaksin yang saat ini dilakukan secara sinergi antara beberapa perguruan tinggi di Indonesia, pusat penelitian Kementerian Kesehatan, serta PT Biofarma.

Dalam setiap tahap pengembangan vaksin, menurut Amin, dibutuhkan proses yang cukup rumit karena para peneliti harus berkonsultasi dengan berbagai organisasi sosial dan profesional untuk memastikan penerimaan masyarakat.

"Dalam hal ini kami juga berkonsultasi dengan Majelis Ulama Indonesia untuk memastikan vaksin tersebut halal," ujarnya.

Karena itu, Amin mengatakan keberhasilan inovasi tidak hanya ditentukan oleh kolaborasi antara dunia akademik, industri, serta pemerintah sebagai fasilitator.

Kegiatan penelitian, menurut dia, juga wajib mempertimbangkan aspek manfaat dan dampak terhadap masyarakat sebagai tujuan utama.

Seminar internasional ke-10 Triple Helix yang dihadiri 400 peserta dari 34 negara merupakan salah satu rangkaian kegiatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-17 yang dipusatkan di Bandung pada 8-11 Agustus 2012.

Dalam seminar tersebut, para peserta berdiskusi tentang aplikasi model triple helix yang merupakan kolaborasi akademisi, industri, dan pemerintah, untuk diimplementasikan di negara-negara berkembang.[ito]

Komentar

Embed Widget
x