Find and Follow Us

Minggu, 26 Januari 2020 | 15:46 WIB

BATAN Tengah Kembangkan Varietas Kedelai Unggul

Oleh : Riza Pahlevi | Sabtu, 11 Agustus 2012 | 16:30 WIB
BATAN Tengah Kembangkan Varietas Kedelai Unggul
ist
facebook twitter

INILAH.COM, Bandung - Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) dalam waktu dekat ini akan mengeluarkan lagi varietas kedelai yang lebih unggul dibandingkan sebelumnya.

"Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini, BATAN bisa mengeluarkan produk varietas kedelai yang terbaru. Setidaknya paling lambat tahun depan kita bisa keluarkan, karena saat ini masih dalam tahap penelitian," kata Kepala Bidang Pusat Diseminasi Iptek Nuklir (PDIN) BATAN Ruslan, saat ditemui INILAH.COM dalam acara pameran RITech Expo 2012 di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Bandung, Jumat (10/8/2012).

Ruslan mengatakan kedelai yang BATAN kembangkan ini, salah satu keunggulannya umurnya lebih pendek dari pada kedelai terdahulu. "Karena varietas kedelai sebelumnya atau pada umumnya umurnya mencapai rata-rata 75-95 hari. Dengan kondisi tersebut tentunya membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menunggu panen," ujarnya.

Tapi dengan verietas kedelai yang saat ini masih dalam tahap penelitian, lanjutnya, selain panennya lebih cepat tentunya hasilnya akan tetap tinggi.

"Setidaknya, jika untuk verietas kedelai ini kami menargetkan setiap panennya lebih dari 4 ton. Karena seperti kedelai mutiara I yang ada di Jambi mampu menghasilkan rata-rata nasional yakni 4 ton, maka dari itu untuk yang baru ini diharapkan mampu melebihinya," ungkapnya.

Sedangkan peran nuklir sendiri dalam varietas kedelai ini adalah untuk perbaikan varietas, memperpendek umur dan menghasilkan kedelai yang lebih bagus. "Setidaknya dalam pengembangan ini kami membutuhkan waktu empat tahun, dimulai sejak 2009," ucapnya.

Dia menjelaskan pengembangan verietas kedelai ini bukan dalam rangka melihat kebutuhan kedelai yang meningkat atau harga kedelai yang naik, melainkan memang atas dasar penelitian.

"Tapi, dalam penelitian ini kami juga turut serta melibatkan pihak pemerintah agar disaat ini berhasil permerintah bisa memanfaatkannya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," tuturnya.

"Secara teknologi kita mampu membuat kedelai unggul, selain itu rasa kedelai lokal Batan lebih enak daripada kedelai impor karena memiliki kadar lemak dan protein lebih tinggi. Sedangkan dari rendemen, jika satu kilogram kedelai kita bisa menjadi tahu empat kilogram, satu kilogram kedelai impor hanya bisa jadi tahu tiga kilogram," paparnya. [jul]

Komentar

x