Find and Follow Us

Jumat, 22 November 2019 | 09:06 WIB

Perempuan Kuat di Sektor Teknologi

Oleh : Vina Ramitha | Sabtu, 28 April 2012 | 09:06 WIB
Perempuan Kuat di Sektor Teknologi
Ist
facebook twitter

INILAH.COM, Los Angeles Dunia teknologi yang dinamis dan sangat kompetitif, dikenal sebagai lahannya para lelaki. Tapi tunggu dulu, siapa bilang teknologi hanya bisa dikuasai Kaum Adam?

Banyak perempuan yang terbukti mampu bersaing dengan laki-laki dalam dunia teknologi. Tidak hanya menyamai, bahkan kaum yang disebut-sebut berasal dari Planet Venus ini juga bisa mengalahkan, bahkan menggeser posisi laki-laki.

Sebut sajaSandy Carter. Vice President Social Business Evangelism ini bekerja di raksasa komputer IBM. Ia bertanggung jawab atas inisiatif sosial bisnis perusahaan itu dan bekerjasama dengan klien untuk membangun praktik-praktik terbaik.

Sejak bergabung pada 1989 lalu, Carter sukses melambungkan Divisi Service Oriented Architechture IBM hingga menguasai 70% pangsa pasar. Ia menguasai delapan bahasa pemrograman dan telah bepergian ke lebih dari 60 negara.

Tidak berbeda dengan penguasa jaringan Cisco System, Susie Wee. Sebagai VP dan CTEO Divisi Collaboration and Communication, Wee mengepalai lebih dari 90 desainer experience, periset dan pakar teknologi yang berkolaborasi menelurkan produk-produk hebat.

Ia memang baru bergabung di Cisco, yakni April 2011, setelah mengabdi untuk Hewlett Packard selama 15 tahun. Di perusahaan lamanya itu, ia berjasa besar karena mendirikan Divisi Experience Software Business yang mempekerjakan seratus orang di lima negara.

Sementara Maxine Fassberg mengatur operasi manufaktur di Intel Israel, produsen chip semikonduktor terbesar dunia sekaligus perusahaan swasta terbesar negara itu. Berkat lobi kuatnya, Intel Israel sukses mendapatkan pendanaan sebesar US$210 juta dari pemerintahnya.

Karirnya dimulai dari bawah. Berbekal gelar master, ia bergabung dengan Intel Israel pada 1983 sebagai salah satu insinyur. Pada 2007, Fassberg menjabat sebagai general manager dan ia kini pemegang paten setelah sukses menciptakan lapisan polymide untuk pelindung semikonduktor.

Ursula Burns, CEO Xerox, yang masuk ke perusahaan ini pada 1980 sebagai karyawan magang. Restrukturisasi penting Xerox agar bertahan di bisnis tersebut merupakan buah pemikirannya. Langkah terbesarnya, akuisisi Affiliated Computer Service senilai US$6,4 miliar.

Burns yang juga menjabat sebagai direksi American Express adalah perempuan Afrika-Amerika pertama yang memimpin perusahaan besar AS. Ia ikut mendirikan Change the Equation, organisasi yang mencari cara membenahi edukasi sains, teknologi, teknik dan matematika AS.

Marissa Mayer adalah salah satu dari 20 karyawan pertama Google, pada 1999 lalu. Insinyur perempuan pertama Google ini menjadi VP Divisi Local and Maps sejak 2010, memimpin pengembangan raksasa search engine tersebut.

Usianya yang masih 36 tahun membuat Mayer menjadi eksekutif teknologi perempuan termuda dunia. Berulangkali diundang sebagai pembicara, Mayer selalu menegaskan pentingnya sikap netral gender di dunia teknologi.

Jejaring sosial terbesar dunia Facebook adalah tempat Sheryl Sandberg bekerja sebagai Chief Operating Officer. Segala urusan bisnis Facebook seperti penjualan, pemasaran, pengembangan, sumber daya, kebijakan publik, dan komunikasi, perempuan ini yang menangani.

Sandberg hijrah ke Facebook pada 2008 lalu setelah sukses membuat Google mendatangkan laba dari penjualan online. Sandberg juga mengabdi untuk pemerintah, sebagai salah satu ekonom Bank Dunia dan Kepala Staf Kementerian Keuangan Amerika Serikat (AS). [ast]

Komentar

Embed Widget
x