Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 22 September 2017 | 22:06 WIB

Inilah Kerjasama Komprehensif RI-AS

Oleh : Moh Anshari & Irvan Ali Fauzi | Selasa, 9 November 2010 | 20:18 WIB
Inilah Kerjasama Komprehensif RI-AS
Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono - inilah.com/Wirasatria
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meluncurkan kesepakatan kerjasama komprehensif. Kerjasama ini merupakan kesepakatan untuk mempererat hubungan kedua negara. Obama dan Yudhoyono mengungkapkan hal tersebut saat menggelar jumpa pers di Istana Merdeka, Selasa (9/11/2010). Berikut ini poin-poin kesepakatan kerjasama RI-AS: 1. Kerjasama di bidang perdagangan dan investasi. Dalam kerjasama ini Obama berjanji meningkatkan peran AS terhadap Indonesia. AS saat ini merupakan salah satu mitra dagang Indonesia terpenting dengan nilai mencapai US$ 21 miliar pada tahun 2008. AS juag merupakan investor terbesar ketiga untuk Indonesia. 2. Kerjasama di bidang energi. Pemerintah RI mengundang AS untuk ikut mengembangkan sumber energi panas bumi.3. Kerjasama di bidang perubahan iklim, pengelolaan dan pelestarian hutan. Indonesia memiliki kewajiban memelihara hutan, mengurangi emisi gas rumah kaca, dan memiliki target untuk mengurangi 26% emisi gas sebelum 2020.4. Meningkatkan kerjasama bidang pendidikan. Pemerintah Indonesia menyampaikan terima kasih kepada Presiden AS atas bantuan dan kerjasama selama ini di bidang pendidikan. Sewaktu pertemuan di Toronto AS beberapa waktu lalu, AS membantu 160 juta U$ untuk pengembangan pendidikan di Indonesia. 5. Menggarisbawahi kerjasama di bidang kontra terorisme, karena terorisme menjadi musuh semua bangsa. Indonesia ingin kerjasama ini diletakkan dalam konteks penegakan hukum. 6. Kerjasama untuk menjaga stabilitas keamanan dan perdamaian di kawasan Asia Pasifik, termasuk wilayah Asia yang sekarang sedang menjadi sorotan karena perubahan geopolitik dewasa ini.7. Mendorong G-20 sebagai forum utama untuk membangun pertumbuhan ekonomi dunia yang kuat danberkelanjutan. Kemudian menjaga keseimbangan perekonomian sehingga bisa membawa manfaat bagi semua bangsa. [TJ]

 
Embed Widget

x