Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 2 Agustus 2015 | 09:15 WIB
Hide Ads

Rusia akan Hidupkan Lagi Senjata Laser PD II

Oleh : Billy A Banggawan | Selasa, 7 September 2010 | 20:00 WIB
Rusia akan Hidupkan Lagi Senjata Laser PD II
IST

INILAH.COM, Jakarta " Rusia dilaporkan menghidupkan kembali proyek meriam laser Perang Dingin yang digunakan di pesawat transport. Senjata itu mirip Airborne Laser Testbed 747 milik AS.Jurnal Moskow Pravda melaporkan program senajat laser militer Rusia itu pertama kali dihidupkan pada 1980 kemudian berhenti tahun 90-an karena kurang dana. Sekarang mereka memulainya lagi, meski Pravda tidak menyebut nama programnya. Namun sistem senjata yang akan dipasang di Ilyushin 76 itu mengacu pada program Beriev A-60 tahun 1980-an dan 90-an. A-60 merupakan laser gas berkekuatan 1 megawatt. Biasanya Pravda tidak banyak menjelaskan, tapi kali ini terdapat foto yang diambil awal tahun ini yang tampak A-60 akan terbang 15 tahun kemudian. Ada juga laporan dari Interfax mengenai hal itu awal bulan lalu. Pravda tidak yakin apakah A-60 digunakan untuk membutakan sensor jarak jauh musuh atau seperti yang direncanakan AS menyangkut armada Airborne Laser (ABL). ABL terbang di sekitar misil dan menembak senjata musuh saat melalui atmosfir. Pemerintah Obama telah memutuskan mereka tidak butuh ABL dan prototipe senjata laser jumbo itu sekarang disebut Airborne Laser Testbed (ALTB) yang diyakini beberapa kali lebih kuat dari A-60.Kekhawatiran serupa terjadi pada pesawat laser Rusia. Anda harus mengerti bahwa kita harus membawa laser ini melalui wilayah udara Amerika Serikat, kata Igor Korotchenko, pejabat pertahanan Rusia pada Pravda. Jelas sekali, pesawat kami akan ditembak jatuh. Tampaknya kecil bagi militer Rusia untuk benar-benar menghidupkan kembali A-60.[ito]

Berita Terkait Lainnya

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.