Jumat, 31 Oktober 2014 | 11:00 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Harta Karun Cirebon Milik Keturunan Nabi?
Headline
inilah.com
Oleh: Ellyar Zachra PB
Teknologi - Kamis, 6 Mei 2010 | 11:16 WIB
Berita Terkait
INILAH.COM, Jakarta - Harta karun di perairan Cirebon disebut milik Dinasti Fatimiyah keturunan Nabi Muhammad. Tapi ahli sejarah menilai benda yang mempunyai ciri dinasti itu belum tentu milik keturunan langsung nabi.
PT Paradigma Putra Sejahtera yang menemukan harta karun di perairan Cirebon mengungkapkan penemuannya termasuk batu permata besar yang konon milik Dinasti Fatimiyah. Dinasti itu disebut-sebut dari keluarga Nabi Muhammad yang hijrah ke Mesir.
Batu permata yang sangat berharga itu jumlahnya sangat terbatas di dunia. Menurut catatan, hanya ada 40 keping batu. Hasil pengangkatan di Cirebon menemukan ada 24 keping.
Ahli sejarah UI yang juga peneliti LIPI, Taufik Abdullah mengatakan, Dinasti Fatimiyah memang banyak dianggap keturunan nabi. Dinasti itu merupakan keturunan dari Fatimah, anak dari perkawinan Nabi Muhammad dengan Khadijah, yang menikah dengan Ali bin Abi Thalib. Namun, ia mengingatkan benda yang mempunyai ciri dinasti itu belum tentu milik keturunan langsung nabi.
Semua benda memiliki ciri yang dapat dikenali dari dinasti mana mereka berasal. Meskipun benda tersebut memiliki ciri Dinasti Fatimiyah namun bukan berarti milik keturunan nabi. Karena yang membawa benda tersebut adalah pedagang. Dalam sebuah dinasti pun banyak sekali pencampuran budaya. Tidak bisa diketahui mana keturunan asli dan mana yang bukan, jelasnya saat dihubungi di Jakarta Rabu (5/5).
Taufik mengatakan ada beberapa hal yang bisa menjadi penentu siapa pemilik benda tersebut. Jika pada benda tersebut ada tulisan nama atau bin dan binti maka kita bisa melacak siapa pemilik benda tersebut, jelasnya.
Sekretaris Komisi Fatwa MUI, Asrorun Niam Soleh mengatakan masuknya Dinasti Fatimiyah di Indonesia bisa dianggap sebagai hal yang baik, mengingat Kerajaan Fatimiyah merupakan kerajaan besar yang berhasil melawan Inggris.
Kalau benar ini Dinasati Fatimiyah, kenyataan ini cukup bagus berarti kita bisa semakin mengetahui lebih detail datangnya Islam dan mungkin bisa menelusuri lebih jelas, apa saja yang mereka lakukan di Indonesia mengingat mereka adalah kerajan besar yang pernah melawan Inggris, kata Asrorun saat dihubungi via telepon.
Asroroun menjelaskan kerajaan Fatimiyah memang berada di Mesir dan pada abad 10-11 mengalami kejayaan. Sedangkan masuknya Islam dari banyaknya pedagang yang datang ke Indonesia.
Ini merupakan bagian dari proses dakwah. Tidak hanya pedagang Mesir, banyak pula pedagang India dan China yang masuk ke sini dan menyebarkan agama, jelas Asrorun.
Dinasti Fatimiyah ini adalah khalifah yang menguasai Syria ke barat hingga Maroko. Universitas Al-Azhar yang terkenal di Mesir misalnya, merupakan lembaga yang di bentuk masa Dinasti Fatimiyah.
Mengenai sejarahnya, menurut Taufik Abdulah, pedagang arab dari abad 8 dilaporkan pernah datang ke Indonesia oleh Ibnu Khordhabeh. Kemudian pada abad 9 juga ada bangsa Arab yang memperkenalkan Sriwijaya dengan nama Sribuza. Selanjutnya yang terkenal adalah keterangan Ibnu Batutah di abad 11 di Samudera Pasai.
Pedagang Arab sendiri menyebar ke berbagai wilayah Asia melalui Teluk Persia sampai wilayah Canton, China. Oleh karena itu, Taufik menyayangkan benda bernilai sejarah diperjualbelikan.
Sebaiknya benda berharga tidak dijual. Ini bisa jadi harta benda negara kita agar anak cucu kita bisa mengetahui sejarah lebih dalam, ujar Taufik. Soal apakah harta karun yang ditemukan di perairan Cirebon asli milik keturunan Nabi Muhammad, menurut Taufik, untuk membuktikan cukup sulit.
Kalau dinasti bisa dipastikan, namun soal pemilik asli cukup sulit. Di salah satu museum Turki, pernah disebutkan soal rambut nabi ataupun pedang nabi. Namun hingga kini tidak ada pembuktiannya, kata Taufik. [ito/mdr][[indosat]]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
8 Komentar
elfan
Rabu, 2 November 2011 | 06:07 WIB
AHLUL BAIT, CELAH ANTARA SUNNI DAN SYIAH Dlm Al Quran yang menyebut 'ahlulbait', rasanya ada 3 (tiga) ayat dan 3 surat. 1. QS. 11:73: Para Malaikat itu berkata: "Apakah kamu merasa heran tentang ketetapan Allah? (Itu adalah) rahmat Allah dan keberkatan-Nya, dicurahkan atas kamu, hai ahlulbait. Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah". Ayat ini jika dikaitkan dengan ayat sebelumnya, maka makna 'ahlulbait' adalah terdiri dari isteri dari Nabi Ibrahim. 2. QS. 28:12: Dan Kami cegah Musa dari menyusu kepada perempuan-perempuan yang mau menyusukan(nya) sebelum itu; maka berkatalah Saudara Musa: 'Maukahkamu aku tunjukkan kepadamu 'ahlulbait' yang akan memeliharanya untukmu, dan mereka dapat berlaku baik kepadanya? Ayat ini jika dikaitkan dengan ayat sebelumnya, maka makna 'ahlulbait' adalah meliputi Ibu kandung Nabi Musa As. atau ya Saudara kandung Nabi Musa As. 3. QS. 33:33: "...Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu 'ahlulbait' dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya". Ayat ini jika dikaitkan dengan ayat sebelumnya QS. 33: 28, 30 dan 32, maka makna para ahlulbait adalah para isteri Nabi Muhammad SAW. Sedangkan ditinjau dari sesudah ayat 33 yakni QS. 33:34, 37 dan 40 maka penggambaran ahlulbaitnya mencakup keluarga besar Nabi Muhammad SAW. para isteri dan anak-anak beliau. Jika kita kaitkan dengan makna ketiga ayat di atas dan bukan hanya QS. 33:33, maka lingkup ahlul bait tersebut sifatnya menjadi universal terdiri dari: 1. Kedua orang tua Saidina Muhammad SAW, sayangnya kedua orang tua beliau ini disaat Saidina Muhammad SAW diangkat sbg 'nabi' dan rasul sudah meninggal terlebih dahulu. 2. Saudara kandung Saidina Muhammad SAW, tapi sayangnya saudara kandung beliau ini, tak ada karena beliau 'anak tunggal' dari Bapak Abdullah dengan Ibu Aminah. 3. Isteri-isteri beliau. 4. Anak-anak beliau baik perempuan maupun laki-laki. Khusus anak lelaki beliau yang berhak menurunkan 'nasab'-nya, sayangnya tak ada yang hidup sampai anaknya dewasa, sehingga anak lelakinya tak meninggalkan keturunan. Seandainya ada anak lelaki beliau yang berkeluarga, dan ada anak lelaki pula, wah masalah pewaris tahta 'ahlul bait' akan semakin seru dan hebat. Mungkin inilah salah satu mukjizat atau hikmah, mengapa Saidina Nabi Muhammad SAW tak diberi oleh Allah SWT anak lelaki sampai usianya dewasa dan berketurunan?. Pasti, perebutan waris tahta ahlul baitnya akan semakin dahsyat. Bagaimana tentang pewaris tahta 'ahlul bait' dari Bunda Fatimah?. Ya jika merujuk pada QS. 33:4-5, jelas bahwa Islam tidaklah mengambil garis nasab dari perempuan kecuali bagi Nabi Isa Al Masih yakni bin Maryam. Lalu, apakah anak-anak Bunda Fatimah dengan Saidina Ali boleh kita anggap bernasabkan kepada nasabnya Bunda Fatimah?. ya jika merujuk pada Al Quran maka anak Bunda Fatimah dengan Saidina Ali tidaklah bisa mewariskan nasab Saidina Muhammad SAW. Kalaupun kita paksakan, bahwa anak Bunda Fatimah juga ahlul bait, karena kita mau mengambil garis dari perempuannya (Bunda Fatimah), maka untuk selanjutnya yang seharusnya pemegang waris tahta ahlul bait diambil dari anak perempuannya seperti Fatimah dan juga Zainab, bukan Hasan dan Husein sbg penerima warisnya. Dengan demikian sistim nasab yang diterapkan itu tidan sistim nasab berzigzag, setelah nasab perempuan lalu lari atau kembali lagi ke nasab laki-laki, ya seharusnya diambil dari nasab perempuan seterusnya. Bagaimana Saidina Ali bin Abi Thalib, anak paman Saidina Muhammad SAW, ya jika merujuk pada ayat-ayat ahlul bait pastilah beliau bukan termasuk kelompok ahlul bait. Jadi, anak Saidina Ali bin Abi Thalib baik anak lelakinya mapun perempuan, otomatis tidaklah dapat mewarisi tahta 'ahlul bait'. Kesimpulan dari tulisan di atas, maka pewaris tahta 'ahlul bait' yang terakhir hanya tinggal bunda Fatimah. Berarti anaknya Saidina Hasan dan Husein bukanlah pewaris tahta AHLUL BAIT. Ya jika Saidina Hasan dan Husein saja bukan Ahlul Bait, pastilah anak-anaknya dan keturunan berikutnya otomatis bukan pewaris Ahlul Bait, mereka murni adalah bernasab pada Saidina Ali bin Abi Thalib. Dengan demikian sudah waktunya kita menutup debat dan perbincangan masalah Ahlul Bait ini. Fihak-fihak baik kelompok sunni, habaib maupun kelompok syiah yang selama ini saling mengklaim bahwa mereka adalah keturunan ahlul bait itu, sebenarnya ridak ada haknya sebagai pewaris ahlul bait akibatnya telah menimbulkan peruncingan hubungan sesama Muslim.
ade topan
Jumat, 28 Oktober 2011 | 17:10 WIB
jangan ampe harta karun itu ketuker ma yg palsu,ni jg lum tentu asli pningglan dinasti fatimiyah...jga baek2 mungkin thun depan bisa dilihat hasilnya,asli apa nggknye..
arkan
Rabu, 31 Agustus 2011 | 13:41 WIB
klu sejarah pasti ada periwayatannya,siapa orang yang berani memastikannya? sejarah G30SPKI, aja ndak jelas.. apalagi yang udah ratusan tahun lalu.
reyh
Sabtu, 22 Januari 2011 | 15:01 WIB
rakus banget pemerintah indonesia. dikit2 lelang.. memuakkan. kapan rakyat negeri ini bisa menikmati kekayaan alam kita???
suwandi
Sabtu, 1 Januari 2011 | 08:07 WIB
jelas aja di lelang,,,wong pada mata duitannnnnnnnnnnnnn...kayak gak tau aza...boro2 mikir anak cucu....kkkkkkkkkkkkkkkkk
Eko tri yanto
Kamis, 30 Desember 2010 | 14:29 WIB
Seharusnya harta karun cirebon jangan dilelang,seharusnya pemerintah membuatkan musium untuk harta karun yang ditemuka,karena itu bisa menambah daya tarik negara indonesia dan menambah devisa negara dengan adanya para turis asing untuk melihatnya.
Eko tri yanto
Kamis, 30 Desember 2010 | 14:26 WIB
Seharusnya harta karun cirebon jangan dilelang,seharusnya pemerintah membuatkan musium untuk harta karun yang ditemuka,karena itu bisa menambah daya tarik negara indonesia dan menambah devisa negara dengan adanya para turis asing untuk melihatnya.
Imam safii
Minggu, 9 Mei 2010 | 17:04 WIB
Harta karun cirebon seharusnya jangan dilelang,karna harta karun itu bukti sejarah yang harus kita rawat biar anak cucu kita tau kelak tau tenang sejarah tersebu.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER