Kamis, 2 Oktober 2014 | 01:19 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Peta Gen Manusia Greenland Kuno Mengejutkan
Headline
cbc.ca
Oleh: Syamsudin Prasetyo
Teknologi - Jumat, 12 Februari 2010 | 07:28 WIB
Berita Terkait
INILAH.COM, Jakarta - Ilmuwan mengekstrak DNA rambut beku dari manusia Greenland yang meninggal 4 ribu tahun lalu. Hasil mengejutkan didapatkan oleh Morten Rasmussen dari Universitas Copenhagen.

Penelitian bersama dengan koleganya menemukan manusia yang telah lama meninggal di kawasan Greenland itu memiliki kesamaan unsur dengan penduduk Siberia dan sama sekali tidak berhubungan dengan manusia modern di Greenland.

Hal tersebut membuktikan migrasi dari Siberia ke dunia baru sekitar 5500 tahun lalu, hasil penelitian yang berdiri sendiri dari hadirnya manusia modern asli Amerika dan Inuit, tulis salah seorang peneliti di dalam jurnal Nature pada Kamis (11/02).

Temuan studi tersebut tidak hanya membantu dalam memahami perubahan ilmu arkeologi tapi juga mampu menjawab pertanyaan tentang asal muasal populasi manusia modern dan penyakitnya.

Studi semacam itu potensial untuk merekonstruksi tidak hanya secara genetika dan asal mula geografis, tetapi juga seperti apa nenek moyang tiap bangsa manusia menampilkan diri, ujar David Lambert dan Leon Huynen dari Universitas Queensland Australia.

DNA tersebut mehttps://www.inilah.com/berita.php?action=edit&id=340631mberikan petunjuk kuat tentang manusia kuno yang dinamakan Inuk. Berambut coklat, kulit coklat, memiliki bentuk gigi depan yang cekung, ujar Eske Willerslev yang mempelajari studi. Bentuk gigi semacam itu adalah karakteristik manusia Asia Timur dan populasi asli Amerika Selatan.

Dia juga memiliki bawaan genetik kerontokan rambut lebih awal juga. Karena kami menemukan cukup banyak rambut dari pria ini, kami mengasumsikan dia sebenarnya meninggal dalam usia yang relatif muda, ujar Willerslev.

Pria tersebut tinggal di antara orang-orang Saqqaq, budaya yang pertama kali diketahui ada di selatan Greenland yang bertahan dari 2.500 sebelum masehi hingga 800 sebelum masehi.

Ilmuwan belum memperoleh kesepakatan tentang orang-orang Saqqaq ini apakah mereka diturunkan dari manusia yang menyeberangi Selat Bering 30 ribu hingga 40 ribu tahun lalu untuk membentuk dunia baru ataukah mereka adalah imigran yang lebih baru.

Tim Willerslev mengambil DNA dari rambut yang ditemukan di sebuah situs manusia Saqqaq yang membeku dan mengurutkannya satu per satu dan melihat genom penuh manusia modern saat ini untuk mempelajari karakteristik mutasi.

Kemajuan terbaru dalam teknologi mengurutkan DNA telah mendorong era genom secara personal, tulis peneliti.

Proyek mengurutkan tersebut menggambarkan di dalam proses tersebut ada tes secara langsung dari tingkatan ke arah mana genom kuno tersebut bisa berkontribusi terhadap budaya yang hilang dan mungkin pernah ada, tambah para peneliti.

Ternyata hasil DNA tersebut menghubungkan Inuk dengan penduduk modern Arktik di Siberia saat ini, dia sama sekali tidak memiliki mutasi dengan penduduk Indian di tengah dan selatan benua Amerika.

Kami memiliki alat forensik kuat yang intensitasnya bisa ditingkatkan untuk merekonstruksi manusia yang hilang dan demografi populasinya, tulis Lambert dan Huynen.

Setahun lalu para ilmuwan juga pernah mengurutkan genom manusia Neanderthal yakni manusia yang hilang 30 ribu tahun lalu dan grup studi lainnya yang mengurutkan rambut seekor mammoth.[ito]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER