Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 25 April 2018 | 14:04 WIB
 

Polisi Selidiki Kematian Tragis Seekor Koala

Oleh : - | Jumat, 12 Januari 2018 | 04:30 WIB
Polisi Selidiki Kematian Tragis Seekor Koala
(Foto: abc.net)

INILAHCOM, Brisbane - Kematian seekor koala yang ditemukan dipaku pada tiang di Australia telah memicu kecaman kelompok hak asasi hewan dan mendorong penyelidikan polisi.

Koala itu kemungkinan masih hidup saat dipaku dengan kejam ke tiang bangunan kayu menggunakan sekrup bangunan, meski sudah mati saat ditemukan pada Rabu (10/1/2018), demikian pernyataan Lembaga Penyelamatan Koala Queensland pada postingan Facebook mereka yang menyertai gambar koala malang itu.

Lembaga tersebut memberi informasi lokasi di Taman Brooloo, 140 kilometer utara kota Brisbane di negara bagian Queensland.

"Polisi kini sedang menyelidiki masalah ini," kata Sersan Senior Pierre Senekal, Kamis (11/1/2018), seraya menyebut bahwa organisasi Lembaga Kerajaan untuk Pencegahan Kekejaman terhadap Binatang (RSPCA) akan mengorganisasi otopsi hewan untuk menentukan penyebab kematian.

Kekejaman terhadap hewan dapat memberi hukuman maksimal tujuh tahun penjara atau denda hingga US$252.300 dolar Australia di Queensland.

"Ini sangat mengganggu, Apakah koala itu sudah mati atau tidak, bagaimana orang bisa berpikir ini sangat lucu, ketika anak-anak kecil pergi ke lokasi itu, berada di luar bayangan saya," ujar Michael Beatty, juru bicara RSPCA.

Koala adalah salah satu daya tarik wisata utama di Australia dan seringkali tidak akurat digambarkan sebagai beruang, namun sebenarnya mereka adalah binatang marsupial, mamalia yang anaknya menyusui di dalam kantong.

Koala terdaftar sebagai spesies 'rentan' di bawah undang-undang konservasi Australia pada 2012. Ada kurang dari 100 ribu ekor koala yang tersisa di alam liar, kemungkinan bahkan hanya sebanyak 43 ekor, menurut perkiraan organisasi Yayasan Koala Australia, seperti dikutip Reuters.

Komentar

 
Embed Widget

x