Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 26 April 2018 | 09:07 WIB
 

Bukalapak Berencana Bangun Pusat Riset di Bandung

Oleh : Ibnu Naufal | Kamis, 11 Januari 2018 | 17:30 WIB
Bukalapak Berencana Bangun Pusat Riset di Bandung
CEO dan Founder Bukalapak Achamd Zaky - (inilahcom/ibnu naufal)

INILAHCOM, Jakarta - Salah satu pasar online terbesar Tanah Air, Bukalapak, berencana akan membangun pusat penelitian dan pengembangan di Bandung, dalam waktu dekat.

Nantinya, pusat riset itu akan dijadikan tempat untuk mengembangkan teknologi baru yang secara umum belum banyak mendapat tempat di Indonesia, seperti Internet of Things (IoT), drone delivery, blockchain, AI, dan AR.

"Kami ingin membangun pusat riset terbesar di Bandung dan mudah-mudahan itu jadi komitmen kami mengembangkan talenta lokal sekaligus memajukan industri dalam negeri," papar Achmad Zaky, CEO dan Founder Bukalapak, saat jumpa pers di sela-sela perayaan ulang tahun ke-8 perusahaan tersebut, di Jakarta, Rabu malam (10/1/2018).

Ketika ditanya alasan mengapa memilih Bandung, Zaky menjelaskan ketersediaan sumber daya manusia (SDM) berbasis engineering atau teknologi cukup banyak di sana.

Di Bandung banyak berdiri kampus berbasis mata kuliah teknologi. Bos Bukalapak itu mencontohkan Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Nasional (Itenas) Bandung, Unikom Bandung, Institut Teknologi Harapan Bangsa (ITHB) Bandung, Politeknik Negeri Bandung (Polban), dan juga STT Telkom.

"Bicara kota pelajar yang sarat teknologi atau engineering ya Bandung. Ada ITB, Itenas, ITHB, Unicom, STT Telkom, Polban," tutur Zaky.

Rencananya, Bukalapak akan bekerja sama dengan kampus-kampus teknologi di Kota Kembang itu.

Jika pusat riset itu rampung, lanjutnya, Bukalapak akan menyerap 200 orang SDM lokal.

Zaky memperkirakan pusat riset ini akan mulai dibangun pertengahan tahun ini dan sudah bisa beroperasi tahun depan.

Menurut dia, saat ini sudah ada 20 orang tim teknisi yang akan menjadi sumber daya manusia di pusat riset itu. Dia mengharapkan jumlahnya bertambah hingga sepuluh kali lipat saat pusat riset beroperasi nanti.

Bukalapak mencatat pertumbuhan transaksi tiga kali lipat sepanjang 2017. Jumlah transaksi e-commerce tersebut per hari mencapai 320 ribu orang.

Sementara itu, jumlah pengguna aktif bulanan Bukalapak di Indonesia saat ini berjumlah 35 juta orang.

Tags

Komentar

 
Embed Widget

x