Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 11 Desember 2017 | 16:38 WIB

Bahaya Debu Gunung Berapi bagi Pesawat Terbang

Oleh : - | Senin, 27 November 2017 | 09:55 WIB
Bahaya Debu Gunung Berapi bagi Pesawat Terbang
(ist)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Akibat erupsi Gunung Agung, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali, sementara waktu ditutup mulai pagi ini hingga 24 jam ke depan.

Pihak otoritas bandara internasional itu pun sudah mengeluarkan nota yang menyatakan bandara ditutup selama kurang lebih 24 jam, mulai dari Senin (27/11/2017) pagi pukul 07.00 WITA, hingga Selasa (28/11/2017) pagi pukul 07.15 WITA.

Mengapa operasi bandara sampai ditutup? Seberapa bahayakah debu letusan gunung berapi bagi pesawat terbang?

Aktivitas gunung berapi yang sedang bergejolak itu bisa mempengaruhi transportasi, baik darat maupun udara. Penerbangan misalnya, akan diminta untuk tidak melewati wilayah gunung berapi tersebut sebab debu vulkaniknya berpotensi merusak pesawat.

Debu vulkanik bisa berakibat fatal pada penerbangan, seperti merusak bilah turbin jika masuk ke dalam mesin. Debu vulkanik yang meleleh akan membeku pada bilah turbin, menggumpal dan melapisinya sehingga menghalangi aliran udara normal. Dengan begitu mesin akan kehilangan tenaga atau mati.

Dampak lain, gumpalan debu vulkanik juga dapat melapisi sistem sensor suhu bahan bakar. Akibatnya, sensor akan memberikan informasi palsu, membuat indikator yang salah dengan menyatakan mesin dalam kondisi dingin. Pemakaian bahan bakar meningkat, terjadi kenaikan panas dan berujung pada kerusakan turbin dan kematian mesin.

Selain itu, debu vulkanik dapat merusak kaca kokpit pesawat dengan konturnya yang tajam. Kondisi ini bisa terjadi saat pesawat melaju dengan kecepatan di atas 500 mil/jam. Pandangan pilot yang sangat terbatas akan membuat penerbangan menjadi berbahaya.

Dan apabila debu masuk ke dalam tabung pengukur kecepatan, sangat berpotensi membuat kerusakan dan kekeliruan dalam membaca data kecepatan pesawat.

Dengan mengetahui dampak yang bisa disebabkan oleh abu vulkanik terhadap pesawat terbang, maka penutupan wilayah udara dan bandara seperti yang dilakukan pihak otoritas Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai adalah hal yang tepat. Keamanan adalah hal yang mutlak dalam setiap penerbangan.

Komentar

 
Embed Widget

x