Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 24 April 2018 | 19:41 WIB
 

Jilatan Kucing dan Anjing Ternyata Bisa Mematikan

Oleh : - | Senin, 30 Oktober 2017 | 13:30 WIB
Jilatan Kucing dan Anjing Ternyata Bisa Mematikan
(ist)

INILAHCOM, Jakarta - Pada 2007 silam, seorang perempuan bernama Julie McKenna dilarikan ke rumah sakit di Mildura, Australia. Saat itu, dia hampir tidak dapat berbicara. Lengan dan kakinya dingin dan berbintik-bintik, wajahnya pun berubah ungu.

Dokter yang menangani kala itu dengan cepat mendiagnosis bahwa Julie berada dalam bahaya septik-bakteri di dalam aliran darahnya dan menyerangnya dari dalam.

Meskipun telah diberi antibiotik, ternyata warna ungu tersebut terus saja menyebar, dan organ tubuhnya mulai rusak. Pada akhinya, lengan dan kaki Julie mulai berubah menjadi hitam.

Julie dirawat di rumah sakit selama lebih dari dua minggu, hingga akhirnya dokter mengidentifikasi bakteri dalam darahnya, dan hasilnya mengejutkan.

Dokter menemukan bakteri Capnocytophaga canimorsus, ini adalah bakteri yang ditemukan pada air liur anjing dan kucing yang sehat.

Baru saat itulah Julie ingat. Seminggu sebelum dia dilarikan ke rumah sakit, kaki kirinya pernah tersiram air panas. Sebenarnya luka luka bakarnya tidak terlalu parah, dan dia tidak terlalu memikirkan ketika anjingnya menjilat luka itu.

Seperti Julie, kebanyakan dari kita tidak benar-benar tahu apa yang ada di dalam air liur hewan peliharaan kita, atau betapa berbahayanya hal itu. Kulit dan sistem kekebalan tubuh kita normalnya berada di antara kita dan kuman yang ada di hewan peliharaan kita. Namun, sistem tersebut ternyata dapat dilanggar.

Mengutip National Geographic, sekitar 10 sampai 15 persen gigitan anjing menjadi infeksi, seperti halnya pada gigitan kucing. Terkadang konsekuensinya sangat mematikan. Dalam sebuah penelitian, dinyatakan bahwa 26 persen orang yang terinfeksi Capnocytophaga canimorsus dinyatakan meninggal.

Kini, para ilmuwan mulai mendeskripsikan jenis bakteri apa saja yang hidup di mulut anjing dan kucing, serta membandingkannya dengan spesies kita sendiri. Hasil kerjanya tersebut mengungkap bahwa ternyata sejumlah patogen potensial tersembunyi di setiap ciuman atau jilatan anjing dan kucing.

Komentar

 
Embed Widget

x