Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 21 November 2017 | 22:31 WIB

Pencemaran Lebih Banyak Membunuh daripada Perang

Oleh : - | Minggu, 22 Oktober 2017 | 11:11 WIB
Pencemaran Lebih Banyak Membunuh daripada Perang
(ist)
facebook twitter

INILAHCOM, Washington DC - Pencemaran lingkungan, mulai dari udara kotor sampai air yang terkontaminasi, setiap tahunnya membunuh lebih banyak orang daripada perang dan kekerasan di dunia.

Jumlah kematian akibat polusi juga lebih banyak daripada kematian akibat merokok, kelaparan, atau bencana, bahkan lebih banyak dari gabungan kematian akibat penyakit AIDS, TBC, dan malaria.

Mengutip VOA News, satu dari enam kematian dini di dunia tahun 2015, atau sekitar 9 juta kematian, bisa dikatakan akibat terpapar polusi beracun, demikian menurut sebuah penelitian yang yang dimuat dalam jurnal kedokteran, Lancet, edisi pekan ini.

Biaya dari kematian akibat pencemaran, penyakit, dan kesejahteraan juga tidak kalah besar, yaitu sekitar US$4,6 triliun setahun atau kira-kira 6,2 persen dari ekonomi global, menurut penelitian tersebut.

Jumlah 9 juta kematian dini dalam penelitian ini hanyalah perkiraan sebagian, kata para pakar. Jumlah orang yang meninggal akibat polusi dipastikan lebih tinggi dan akan bisa dihitung setelah penelitian selesai dan metode baru untuk menilai dampak-dampak buruk bisa dikembangkan.

"Ada banyak studi mengenai polusi, tapi tidak pernah menerima sumber atau perhatian yang sama seperti misalnya, AIDS atau perubahan iklim," kata Philip Landrigan, pakar epidemiologi yang juga juga penulis utama dari laporan ini.

Laporan tersebut merupakan upaya pertama dalam mengumpulkan data mengenai penyakit dan kematian akibat gabungan semua bentuk pencemaran digabung.

"Polusi adalah masalah yang sangat besar yang tidak dilihat orang karena mereka melihat sebagai bagian yang terpisah-pisah," kata Landrigan yang juga merupakan dekan kesehatan global dari Icahn School of Medicine di Mount Sinai, New York, AS.

Menurut penelitian tersebut, Asia dan Afrika adalah wilayah-wilayah yang paling membahayakan warganya, sementara India berada di puncak daftar per negara.

Komentar

 
Embed Widget

x