Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 22 Januari 2018 | 07:08 WIB
 

Studi Terbaru di AS

Remaja Kini Lebih Suka Snapchat daripada Facebook

Oleh : - | Kamis, 19 Oktober 2017 | 11:12 WIB
Remaja Kini Lebih Suka Snapchat daripada Facebook
(Foto: irishnews)

INILAHCOM, Washington DC - Kalangan remaja kini beralih dari media sosial tradisional seperti Facebook dan semakin banyak beralih ke Snapchat untuk berkomunikasi dengan teman-teman mereka, demikian menurut sebuah studi terbaru yang dirilis pada Rabu (18/10/2017).

Menurut survei riset 'Taking Stock with Teens' dilakukan setiap enam bulan sekali oleh Piper Jaffray, 47 persen remaja usia-belasan tahun mengatakan Snapchat adalah platform media sosial favorit mereka, dibandingkan dengan hanya 9 persen yang mengatakan Facebook adalah favorit mereka.

Mengutip VOA News, hasil studi itu menunjukkan peningkatan tajam dalam jumlah remaja yang mengatakan Snapchat adalah media sosial favorit mereka, naik dari 24 persen ketika survei itu diadakan pada musim semi tahun lalu.

Selain Snapchat dan Facebook, 24 persen remaja lebih suka Instagram yang boleh dikatakan tidak berubah dari tahun 2016 dan 7 persen mengatakan mereka lebih suka Twitter, turun dari 15 persen tahun lalu.

Untuk laporan tersebut, Piper Jaffray mewawancarai 6.100 remaja di 44 negara bagian AS, berusia rata-rata 16 tahun.

Sementara Snapchat adalah media sosial terpopuler yang digunakan kalangan remaja, aplikasi ini juga merupakan yang paling berbahaya bagi mereka, menurut sebuah studi dirilis awal 2017 oleh Royal Society for Public Health (RSPH).

Studi tersebut, yang memberi peringkat terkait dampak psikologis berbagai media sosial bagi kalangan remaja, menunjukkan Snapchat, bersama-sama Instagram, mengakibatkan masalah 'kesehatan dan kesejahteraan' dalam jumlah terbesar di kalangan mereka yang disurvei.

Masalah-masalah tersebut termasuk kecemasan, depresi, kualitas tidur, citra tubuh, kesepian, dan relasi hubungan serta persahabatan yang jelas dan nyata.

Eksekutif RSPH Shirley Cramer mengatakan, pada saat Snapchat dan Instagram kemungkinan menyebabkan kebanyakan masalah kesehatan mental terbanyak di kalangan remaja karena kedua media sosial itu sangat fokus-pencitraan dan tampaknya hal ini tampaknya menimbulkan perasaan ketidak-mampuan dan kecemasan pada kawula muda.

Untuk mengatasi pengaruh negatif media sosial, para periset merekomendasi penambahan pop-up yang mengingatkan para pengguna supaya jangan terlalu banyak dan terlalu aktif di media sosial, yang mendapat dukungan 71 persen orang yang berpartisipasi dalam survei itu.

Komentar

 
Embed Widget

x