Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 21 November 2017 | 02:11 WIB

Ilmuwan Khawatir Kematian Massal Anak Pinguin

Oleh : - | Selasa, 17 Oktober 2017 | 21:25 WIB
Ilmuwan Khawatir Kematian Massal Anak Pinguin
(ist)
facebook twitter

INILAHCOM, Paris - Hampir seluruh kelompok anak pinguin jenis Adelie di bagian timur Antartika mati akibat kelaparan pada musim panas lalu, dalam apa yang digambarkan para ilmuwan sebagai insiden terburuk kedua dalam lebih 40 tahun ini.

Para ilmuwan mengatakan, banyaknya anak pinguin mati karena es laut yang sangat dahsyat memaksa orang tua mereka melakukan perjalanan lebih jauh untuk mencari makanan. Ketika kembali, hanya dua ekor dari ribuan anak pinguin yang masih bertahan hidup.

"Bukan hanya anak-anak pinguin saja yang kelaparan, tetapi juga pasangan pinguin yang tinggal, terpaksa bertahan hidup dalam waktu lama," ujar Yan Ropert-Coudert, pakar ekologi laut di badan sains Prancis CNRS, seperti dilansir VOA News.

Ropert-Coudert, yang memimpin penelitian tentang penguin di stasiun penelitian Antartika 'Dumont DUrville', mengatakan bahwa sejak melakukan koloni pinguin Adelie itu mencapai 18 ribu pasang dan telah dipantau sejak tahun 1960-an. Kematian sejumlah besar anak pinguin itu pertama kali dipantau dalam ekspedisi tahun 2013-2014.

"Mengingat jumlah populasinya memprihatinkan, kematian ini sangat tidak biasa," ujar Ropert-Coudert melalui surat elektronik kepada Associated Press.

"Kegagalan pembiakan pinguin sudah diketahui sejak lama, tetapi belum pernah ada koloni sebesar ini mati," lanjutnya.

Luas lautan es di kutub bervariasi setiap tahun, tetapi perubahan iklim telah membuat fluktuasinya lebih ekstrem.

Kelompok penggiat lingkungan hidup WWF yang mendukung penelitian ini, menyerukan kepada pemimpin-pemimpin negara yang pekan ini sedang mengadakan pertemuan di Hobart, Australia, untuk menyetujui kawasan perlindungan laut baru di Antartika Timur.

Kepala program kutub untuk WWF di Inggris Rod Downie mengatakan dampak matinya ribuan anak pinguin itu akan sangat dramatis bagi spesies yang sulit ditemukan seperti pinguin Adelie.

"Ini seperti Tarantino dalam film Happy Feet dimana anak-anak pinguin mati di sepanjang pantai di Adelie Land," ujar Downie.

Ropert-Coudert mengatakan, menciptakan zona perlindungan di wilayah DUrville Sea-Mertz dimana koloni pinguin Adelie berada mungkin tidak akan bisa mencegah lautan es yang lebih besar dibanding biasanya, tetapi bisa mengurangi tekanan terhadap pinguin dari pariwisata dan penangkapan ikan secara berlebihan.

Komentar

 
Embed Widget

x