Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 21 November 2017 | 22:24 WIB

Honda dan Toyota Terdampak Skandal Pemalsuan

Oleh : - | Senin, 16 Oktober 2017 | 03:30 WIB
Honda dan Toyota Terdampak Skandal Pemalsuan
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Tokyo - Kobe Steel, pemasok utama untuk produsen mobil dan industri berat lainnya, mengakui telah mengirimkan produk dengan sertifikat inspeksi yang dipalsukan setidaknya selama setahun terakhir.

Sertifikat bertujan untuk mengkonfirmasi produk memenuhi spesifikasi yang disetujui Kobe Steel dan pelanggan.

Saat ini, Kobe mengatakan sekitar 19.300 ton alumunium gulung dan ekstrusi, 200 ton produk tembaga, dan 19.400 unit alumunium tuang dan tempa, dikirim dengan sertifikat palsu.

Barang-barang tersebut berpotensi digunakan pada komponen bantalan beban atau komponen struktural, komposisi dan kekuatan yang tidak pasti menimbulkan sejumlah pertanyaan keamanan.

Perusahaan itu mulai berbicara kepada pelanggan yang terkena dampak secara individual, meskipun belum menyebutkan nama secara terbuka. Kobe bekerja sama dengan klien ini untuk melakukan 'verifikasi teknis ... mengenai dampak produk yang tidak sesuai terhadap kualitas (termasuk keamanan) dari produk akhir'.

Kobe mengklaim bahwa verifikasi dan inspeksi sampai saat ini belum melihat masalah spesifik yang meragukan keamanan produk yang tidak sesuai.

"Jika terjadi keraguan atas keamanan produk yang tidak sesuai, perusahaan akan segera mengambil tindakan yang tepat," ujarnya.

Menurut The New York Times, Honda, Toyota, Mazda, Mitsubishi, Nissan, Subaru, dan Suzuki, serta produsen pesawat terbang Boeing dan Mitsubishi Heavy Industries mengatakan sedang menyelidiki apakah telah menggunakan produk yang terkena dampak pemalsuan itu.

Juru bicara Kobe Still mengatakan sertifikat yang dipalsukan 'terungkap setelah pemeriksaan dan audit kualitas darurat mengenai status kepatuhan kontrak yang dilakukan untuk produk sepanjang tahun lalu'.

Investigasi internal sedang dilakukan untuk mengetahui bagaimana dan mengapa sertifikat dipalsukan, dan juga menemukan contoh lain dari sertifikat yang dipalsukan. Sebuah firma hukum eksternal telah terlibat membantu Kobe Steel dalam penyelidikan itu.

"Perusahaan sangat menyesalkan kejadian ini dan dengan tulus meminta maaf atas kekhawatiran dan masalah yang sangat besar sehingga insiden ini berdampak terhadap pelanggan dan pihak terkait lainnya. Perusahaan akan melaporkannya lagi setelah penyelidikan lebih lanjut dibuat," kata Kobe Steel.

Pemalsuan sertifikat tersebut merupakan yang terbaru dari serangkaian skandal yang melanda industri otomotif Jepang, menyusul dari airbag produksi Takata yang mematikan, Mitsubishi yang menghitung secara tidak tepat angka ekonomi bahan bakar dan penggunaan inspektur non-sertifikasi oleh Nissan, demikian laporan Car Advice.

Komentar

 
Embed Widget

x