Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 19 Oktober 2017 | 17:47 WIB

Indonesia Harus Miliki Navigasi Mitigasi Bencana

Oleh : - | Selasa, 10 Oktober 2017 | 12:12 WIB
Indonesia Harus Miliki Navigasi Mitigasi Bencana
Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin mengatakan, sebaiknya Indonesia segera memiliki sistem navigasi satelit sendiri laiknya Global Positioning System (GPS) Google Maps guna kepentingan mitigasi bencana.

"Ini nanti bukan hanya untuk navigasi dan penentuan posisi saja sesuai makna harfiahnya GNSS. Tetapi merambah ke aspek mitigasi bencana juga," kata Thomas, di sela-sela acara 9th Multi-GNSS Asia (MGA) Conference, di Jakarta, Senin (9/10/2017).

Menurut dia, sistem navigasi satelit yang jamak adalah jenis GPS yang dikembangkan AS. Kendati begitu, GPS merupakan salah satu bagian dari Sistem Satelit Navigasi Global atau Global Navigation Satellite System (GNSS).

Thomas mengatakan terdapat GNSS dari negara lain seperti Glonass yang dikembangkan Rusia, Galileo (Eropa), Baidu (China), Quasi-Zenith Satellite System/QZSS (Jepang) dan Indian Regional Navigation Satellite System/IRNSS (India).

Sementara itu, Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG) Hasanuddin Z Abidin mengatakan, terdapat keuntungan apabila Indonesia memiliki sistem navigasi satelit sendiri. Dengan sistem sendiri, maka keakuratan pemetaan dapat diupayakan presisi seperti potensi kekayaan alam suatu tempat sesuai kebutuhan dalam negeri.

Dia mencontohkan Google Maps yang banyak digunakan oleh pengguna telepon seluler di Indonesia memang sudah mencukupi kebutuhan. Akan tetapi, untuk hal-hal tertentu Google Maps belum menyajikan data-data sesuai kebutuhan dalam negeri.

"Dengan sistem sendiri tentu lebih akurat dan teliti. Google Maps yang berbasis GPS itu memiliki ketelitian 3-5 meter. Kalau untuk kebutuhan sehari-hari oke, tapi kalau untuk penelitian tidak cukup," kata Hasanuddin.

Apabila Indonesia sudah memiliki sistem navigasi satelit sendiri, kata dia, maka beberapa keuntungan dapat didapat seperti pemetaan dan survei pemantauan lingkungan, efisiensi transportasi, mitigasi bencana, peningkatan ekonomi, manajemen sumber daya alam dan pertanian, tanggap darurat, peringatan dini, penerbangan, maritim dan hal lainnya yang masih terkait.

Saat ini, dia mengatakan Indonesia terus berupaya mengembangkan sistem navigasi satelit sendiri sehingga bisa dimanfaatkan. Jika sistem navigasi buatan dalam negeri sudah rampung dibuat nantinya akan dipadukan dengan GNSS dari berbagai negara.

"Kalau gunakan banyak maka semakin teliti. Multi-GNSS itu lebih andal. Ada kawasan sinyal GPS kena blok di suatu gedung maka kita bisa pakai sinyal Baidu atau sistem peta lainnya," kata dia. [tar]

Komentar

 
Embed Widget

x