Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 11 Desember 2017 | 20:27 WIB

Facebook Monitoring Manual untuk Konten Sensitif

Oleh : Ibnu Naufal | Selasa, 10 Oktober 2017 | 10:10 WIB
Facebook Monitoring Manual untuk Konten Sensitif
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, San Francisco - Di zaman modern ini dimana semua orang menginginkan semuanya berjalan dengan baik, membuat sistem otomatis masuk akal, seperti menyiapkan nama domain, membeli ruang hosting, membuat akun email, dan sebagainya. Namun terkadang sistem otomatis bisa menimbulkan masalah, seperti halnya dengan proses peninjauan Facebook terhadap iklan di situsnya.

Belakangan ini kita telah melihat bagaimana proses peninjauan otomatis Facebook memungkinkan pengguna membeli iklan dan menemukan celah seputar panduan Facebook dan membuat iklan berbasis kebencian yang menargetkan orang berdasarkan ras/ agama/ kecenderungan politik mereka.

Ini adalah sesuatu yang Facebook atasi dan perusahaan telah menyatakan bahwa untuk iklan yang termasuk dalam kategori yang dianggap sensitif, Facebook akan meninjaunya secara manual.

Dalam email Facebook yang dikirim ke pengiklan dan diperoleh oleh orang-orang di Axios, terbaca, "Dengan pembaruan ini, kami akan meminta lebih banyak iklan untuk menjalani peninjauan kembali. Kampanye baru dengan kumpulan iklan berisi opsi penargetan yang menurut kami memerlukan tinjauan tambahan (seperti yang terkait dengan topik seperti politik, agama, etnis, dan masalah sosial), kami akan mengarahkan mereka untuk tinjauan manual sebelum disetujui."

Oleh karena itu diketahui Facebook memperkerjakan lebih dari 1.000 orang untuk meninjau dan memastikan iklan-iklan yang dipasang memenuhi persyaratannya.

Langkah ini adalah bagian dari upaya untuk mencegah Rusia dan negara lain menggunakan jejaring media sosial untuk ikut campur dalam pemilihan umum di negara lain.

Seperti perusahaan lain yang juga menjual kolom iklan, Facebook menerbitkan kebijakan tentang apa saja yang boleh diunggah, melarang iklan yang bersifat kekerasan, melakukan diskriminasi berdasarkan ras atau mempromosikan penjualan obat-obatan terlarang.

Dengan lebih dari 5 juta pengiklan berbayar, bagaimanapun, Facebook menemui kesulitan untuk menegakkan semua kebijakannya, demikian lansir Ubergizmo.

Tags

Komentar

 
x