Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 24 Oktober 2017 | 00:08 WIB

Ilmuwan Kembangkan Rahim Buatan bagi Bayi Prematur

Oleh : - | Rabu, 27 September 2017 | 13:35 WIB
Ilmuwan Kembangkan Rahim Buatan bagi Bayi Prematur
Selama 28 hari, domba prematur tumbuh dalam rahim buatan. Ia bisa bergerak, membuka mata, dan menumbuhkan wol. - (Nature Communications/ National Georaphic)
facebook twitter

INILAHCOM, Philadelphia - Kehamilan tipikal manusia berlangsung sekitar 40 pekan, dan bayi dianggap premature pada usia 37 pekan. Setiap tahun, sekitar 15 juta bayi di seluruh dunia lahir prematur, lebih dari sepersepuluh dari semua kelahiran.

Janin prematur termuda yang dianggap dapat hidup --22 sampai 23 pekan-- biasanya bobotnya hanya sekitar 500 gram dan memiliki kesempatan sintas kurang dari 50 persen. Salah satu alasan utama kematian adalah paru-paru yang terlalu rapuh.

Pada April lalu, peneliti di Rumah Sakit Anak Philadelphia melaporkan dalam Nature Communications bahwa mereka menguji rahim buatan pada delapan domba prematur, yang dipilih karena paru-paru domba berkembang serupa dengan manusia.

Setiap domba tumbuh dalam kantong berisi cairan ketuban buatan, dan debaran jantungnya memompa darah melalui tali pusar ke mesin yang berfungsi seperti plasenta, menambahkan oksigen dan mengeluarkan karbondioksida.

Para peneliti melaporkan bahwa paru-paru domba dan organ tubuh lainnya berkembang seolah-olah berada dalam rahim domba sesungguhnya. Beberapa domba itu tumbuh sampai dewasa, dan sekarang ada seekor yang berusia lebih dari satu tahun dan tampak normal dalam segala hal, termasuk dalam perkembangan otaknya,

"Kami tidak memiliki tes intelijen untuk anak domba, akan tetapi menurut kami, mereka adalah anak-anak domba yang cukup cerdas," kata pemimpin riset Alan Flake seperti dilansir National Geographic.

Tujuan dari rahim buatan, kata Flake, bukanlah untuk menumbuhkan bayi sepenuhnya di luar ibu mereka atau bahkan untuk menarik mundur batas kelangsungan hidup sampai usia paling dini. Alih-alih, para peneliti mengharapkan ketahanan serta kesehatan lebih baik bagi bayi yang lahir sebelum usia kritis 28 pekan, saat paru-paru mereka siap untuk menarik napas pertama.

Komentar

 
Embed Widget

x