Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 16 Desember 2017 | 02:40 WIB

Bukalapak Jadi Aplikasi Rating Tertinggi di Mobile

Oleh : Ibnu Naufal | Kamis, 21 September 2017 | 02:23 WIB
Bukalapak Jadi Aplikasi Rating Tertinggi di Mobile
(Foto: inilahcom/Ibnu)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Dalam beberapa tahun terakhir, masyarakat Indonesia mulai menggunakan situs belanja online melalui aplikasi moBukalapak sebagai online marketplace terbesar di Indonesia berupaya untuk terus meningkatkan kualitas aplikasi agar pengalaman pengguna saat memakai Bukalapak menjadi semakin baik.bile. Melihat tren yang ada,

"Kami sangat senang dengan hasil yang kami raih saat ini. Kami percaya bahwa mobile is the future, dan tren ke depannya akan semakin banyak orang yang menggunakan mobile phone untuk berbelanja dan melakukan transaksi. Saat ini, dari keseluruhan pengunduh aplikasi Bukalapak, 92% adalah pengguna Android dan 8% pengguna iOS," ujar Hasanul Hakim, Mobile Apps Developer Lead Bukalapak.

Saat ini aplikasi Bukalapak di Android terpasang di 13 juta perangkat. Sementara aplikasi Bukalapak di iOs dipasang di lebih dari 700 ribu perangkat.

Pengembangan aplikasi mobile Bukalapak pun membuahkan hasil yang cukup memuaskan, salah satunya, saat ini aplikasi Bukalapak menjadi aplikasi e-commerce lokal dengan rating terbaik di Google Play Store. Rating aplikasi Bukalapak di toko aplikasi Google itu kini 4,5 bintang dan terus mengalami peningkatan tiap waktunya mendekati rating sempurna (5).

"Tiap bulan, kurang lebih ada 600 upgrade ke sistem kita. Setiap harinya, kita bisa melakukan minimal tiga kali pembaruan sistem dan terkadang bisa sampai 20 kali, kalau memang dibutuhkan. Pembaruan ini dilakukan dengan cara yang baik, sehingga pelanggan tidak tahu bahwa ada pembaruan sistem," tambah Ibrahim Arief, Vice President of Engineering Bukalapak.

Untuk meningkatkan kualitas aplikasi mobile, Bukalapak juga memiliki tim khusus yang tugasnya memantau setiap ulasan dari penggunanya. Saat ini, Bukalapak memiliki lebih dari 200 developer, yang setengahnya difokuskan pada pengembangan aplikasi yang terpecah menjadi 20 tim. Tiap tim memiliki independensi sendiri dalam mengembangkan pembaruan aplikasi Bukalapak. Percaya pada kekuatan para developer, Bukalapak berencana untuk merekrut lebih banyak lagi developer independen. Per-minggunya para developer independen ini bisa merilis setidaknya 150 perbaikan pada sistem yang membuat sistem lebih baik. Artinya, tim ini mengerjakan satu fitur tertentu, kemudian dikembangkan secara bebas hingga menjadi lebih baik lagi. Perekrutan developer ini ditujukan agar sistem Bukalapak bisa menjadi lebih baik sehingga pengalaman pengguna saat memakai layanan Bukalapak pun meningkat.

"Sebagai contoh, para developer independen ini bisa mengembangkan sistem AI (kecerdasan buatan) untuk rekomendasi belanja pengguna yang lebih baik. Lewat pengembangan AI ini, pengguna bisa merasakan pengalaman dan mendapatkan rekomendasi barang yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan pengguna," tambah Ibrahim Arief.

Dan itu bukan satu-satunya contoh hasil kerja developer Bukalapak. Selama 1,5 tahun ini, pelan-pelan sudah mulai banyak peningkatan pengalaman yang dirasakan oleh pengguna sehingga membuat belanja menjadi lebih baik.

"Kita percaya apabila pengguna senang menggunakan aplikasi Bukalapak, jumlah transaksi melalui aplikasi pun turut meningkat," tutup Ibrahim Arief.

Tags

Komentar

 
x