Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 17 Desember 2017 | 20:58 WIB

Review Smartphone

ZenFone 4 Max Pro Memikat dengan Baterai Besar

Oleh : Ibnu Naufal | Minggu, 17 September 2017 | 12:12 WIB
ZenFone 4 Max Pro Memikat dengan Baterai Besar
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

ASUS ZenFone 4 memiliki seri ponsel dengan varian paling banyak dengan menghadirkan kategori di segala lini. Seperti seri ZenFone Max yang diposisikan ASUS untuk mengisi segmen menengah kebawah yang mengandalkan baterai super besar.

Untuk diketahui ASUS ZenFone 4 Max Pro yang INILAHCOM terima adalah varian ZC554KL yang memiliki spesifikasi lebih tinggi dibanding varian ZC520KL.

Berdasarkan pengalaman penggunaan selama lebih dari dua pekan INILAHCOM menjajal seri ZenFone ini, berikut review lengkapnya.

Unboxing

Desain

ASUS ZenFone 4 Max Pro terlihat sangat mirip dengan pendahulunya dengan beberapa perbedaan kecil di sana sini.

Pertama, handset ini memiliki tombol Home di bagian bawah depan perangkat yang berfungsi ganda sebagai pembaca sidik jari. Tidak ada pemindai sidik jari belakang di perangkat ini.

Kedua, ASUS ZenFone 4 Max Pro memiliki kamera depan 16MP di sisi kanan receiver bersamaan dengan lampu LED softlight baru. Selain itu, ini sedikit lebih tebal dari ASUS ZenFone 3 Max yang lebih tua.

Di bagian belakang Anda akan menemukan pengaturan dual-camera baru yang diposisikan di sudut kiri atas perangkat dengan satu lampu kilat LED tepat di sebelahnya.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, ASUS memutuskan untuk memindahkan sensor sidik jari dari belakang ke depan perangkat, dengan logo ASUS sekarang menempati ruang di mana pemindai sidik jari dulu.

Bagian atas perangkat hanya memiliki jack headphone 3.5mm dan mikrofon saat berada di bagian bawah Anda akan menemukan port microUSB dan dua kisi pengeras suara di sebelah kanan dan kiri. Output audio hanya melalui kisi speaker yang tepat sekalipun, dengan yang lain hanya untuk show.

Di sisi kanan Anda akan menemukan rocker volume dan tombol power/ lock, kedua tombol sampingnya menggunakan desain konsentris khas ASUS. Di sisi kiri perangkat Anda akan menemukan baki kartu SIM yang disematkan, dengan dapat memuat dua kartu nano SIM dan microSD.

Layar dan Antarmuka

Masuk

Beralih ke antarmuka dari seri ini yakni OS Android Nougat 7.1 dengan UI khas keluaran ASUS, ZenUI 4.0.

Hadirnya antarmuka ZenUI 4.0 ini semakin memperkaya tampilan ZenFone 4 Max Pro ini. Pengguna bisa dengan mudah untuk mengkustomisasi tampilan barunya yang hadir dengan banyak fitur barunya.

Selain itu, sistem antarmuka ini udah terkenal cukup mengganggu di kalangan pengguna ASUS dengan aplikasi bawaannya alias bloatware namun ASUS tampaknya cukup belajar dengan tidak memasukkan semuanya ke dalam perangkat ini.

Untuk mendukung baterai besar ASUS juga menyertakan beberapa fitur aplikasi manajemen sumberdaya ponsel.

Auto-start Manager diakses dari menu pull-down notifikasi dan bisa dipakai menentukan aplikasi mana saja yang dibolehkan berjalan saat booting ponsel.

Kamera

Mari kita telusuri bagian kamera, sebagai salah satu nilai yang paling banyak diburu pengguna. Salah satu perbaikan besar ZenFone 4 Max Pro terhadap seri pendahulunya adalah kameranya.

Sama seperti ZenFone 3 Zoom, smartphone ini menggunakan kamera kembar (kamera utama) dengan resolusi 13 MP yang ditenagai sensor PixelMaster 4.0. Sayangnya, di perangkat ini tidak ditemuin fitur Laser AF seperti halnya yang ada di ZenFone 3 Max.

Untuk setup dual-camera sendiri dilengkapi dengan 7 fitur pengambilan foto, seperti Auto, Pro, Beauty, Super Resolution, GIF Animation, Panorama, dan Time Lapse.

Saat diuji pada luar ruangan di siang hari, kamera ZenFone 4 Max Pro melakukan dengan sangat baik dan mengambil gambar tajam dengan detail yang baik. Reproduksi warna sebagian besar akurat.

Meskipun gambar umumnya bebas noise, zooming mereka mengungkapkan pixilation yang lebih jelas ketika INILAHCOM lihat hasilnya di layar 40-inci. Namun bagi kebanyakan orang yang hanya unyuk berbagi foto di media sosial, ini seharusnya tidak menjadi masalah.

Saat pengujian lensa wide sangat disayangkan ASUS tidak menyematkan efek bokeh dengan konfigurasi dual kameranya terlebih dengan ketiadaan Laser AF sensor yang dipakai meski mengambil gambar dengan resolusi besar ternyata kurang peka dalam menangkap warna.

Pada sisi depan untuk urusan swafoto alias selfie, ZenFone 4 Max Pro dibekali resolusi 16MP dengan aperture f/2.0, sudut pandang hingga 76 derajat, dan softlight LED Flash. Kualitasnya sudah cukup baik dengan opsi untuk memperindah tampilan wajah, seperti mencerahkan dan menghaluskan kulit, atau memperlebar mata lewat fitur Beautification.

Dengan mode aplikasi kamera ZenFone 4 Max Pro yang sama seperti unggulan milik seri ZenFone 4 lainnya dari hasil tangkapan INILAHCOM di daerah pegunungan dan perkotaan.

Contohnya dapat dilihat pada foto di bawah ini, saat INILAHCOM memakainya untuk memotret pemandangan Gunung Bromo. Waktu pemotretan tersebut pada sekitar jam 6.00 pagi, sehingga cahaya melimpah.

Foto menggunakan mode tele dan wide sama-sama memberikan detil, saturasi, dan kontras yang memuaskan. Kelebihan kamera ini adalah warna yang dihasilkan cenderung mampu menampilkan warna-warna dengan apik seperti bisa dilihat dalam beberapa contoh hasilnya di bawah.

Foto Kamera Utama 16 MP

Adapula mode HDR yang disematkan pada kamera utama itu. Bila kondisi pencahayaan ekstrim, misal ada bagian gelap di foreground sedangkan backgroud terdapat cahaya terang, maka pengguna HDR ini dapat aktif secara otomatis.

Selain itu kekurangannya, kamera utama ZenFone 4 Max Pro lemah dalam pemotretan dalam kondisi minim cahaya.

Pada contoh di bawah ini, INILAHCOM memotret pada malam hari dengan kondisi hanya diterangi lampu jalan. Hasilnya foto yang dijepret menggunakan kamera utama cenderung penuh dengan noise dengan latar belakang yang gelap meski objek masih warna masih terlihat tidak pudar.

Foto kamera depan 16 MP

Performa

Beralih sektor dapur pacu, ZenFone 4 Max Pro memiliki chipset Snapdragon 435 inti yang merupakan SoC low mainstream sehingga INILAHCOM tidak mengharapkan hasil kinerja yang tinggi dari perangkat ini.

Tidak tahu persis mengapa ASUS tidak mengusung Snapdragon 625 seperti yang ada di ZenFone 4 Selfie Pro tapi biasanya alasan ini lebih untuk menghemat biaya produksi dari yang lainnya.

Dari hasil benchmark INILAHCOM dapatkan dari perangkat ZenFone 4 Max Pro bernasib jauh lebih baik daripada perangkat Snapdragon 430 lainnya di Geekbench, namun masih tertinggal jauh di belakang Samsung A7 dan Honor 6x.

Kinerja Max Pro sangat bagus di 3DMark, terutama saat Anda membandingkannya dengan ZenFone 3 Laser dan Wiko Ufeel Prime yang menggunakan chipset yang sama.

Skor PCMark ZenFone 4 Max Pro juga tidak terlalu jelek. Sedikit di belakang Samsung A7 dan jauh di depan saudara-saudaranya yang beranggotakan Snapdragon 430.

Sekarang ke tes baterai. Di sinilah ASUS ZenFone 4 Max Pro bersinar karena dipasarkan sebagai ponsel dengan daya tahan baterai yang superior dibandingkan dengan perangkat lainnya di luar sana, dan dengan senang hati kami laporkan bahwa Max Pro melakukannya dengan sangat baik.

Yakin itu adalah cara di balik ASUS ZenFone 3 Zoom, yang diingat selalu memiliki chipset yang lebih unggul dan hemat energi namun kenyataannya adalah masalahnya, ZenFone 4 Max Pro berhasil mengungguli 13 jam lebih masa pakai.

Dengan penggunaan normal, INILAHCOM berhasil melewati hampir dua hari penuh tanpa mengisi daya perangkat. Untuk lebih meyakinkan, kami menguji performa dari ZenFone 4 Max pro dengan melakukan serangkaian performace test dengan beberapa aplikasi benchmark.

Satu hal yang juga disayangkan untuk pengisian baterai, smartphone ini masih menggunakan adaptor charger dengan output 5V 2A. sehingga pengisian baterai masih memakan waktu yang cukup lama, yaitu sekitar 5 jam

Untuk mengatur penggunaan baterai, pengguna bisa menggunakan aplikasi Mobile Manager. Dengan aplikasi ini, pengguna bisa bisa mem-boosting performa ponsel dengan membersihkan file-file yang tidak penting, hanya sekali tekan via opsi Power & Boost.

Spesifikasi

Sistem Operasi

Android 7.0.1 Nougat dengan ZenUI 4.0

Ukuran Layar

5.5-inch Full HD (720 x 1280) IPS

Prosesor

Qualcomm Snapdragon 435 Octa-core 1.4GHz, 64-bit

RAM

3GB

Memori Internal

32GB; expandable up to 128GB dengan microSD card

Kamera Belakang

16MP | f/2.0 aperture | 120 wide angle fits

Kamera Depan

16MP | f/2.0 aperture | 88-degree wide angle view

Baterai

5000 mAh

Dimensi dan Berat

151.4 x 76.24 x 8.3mm, 175 gram

Harga

Rp 2,99 Juta

Kesimpulan

Harus diakui dengan jujur bahwa kami sedikit kecewa dengan ASUS ZenFone 4 Max Pro. Bukan karena perangkat ini yang kurang memadai, sebenarnya perangkat ini melakukan tugasnya dengan baik seperti yang diinginkan, terbukti dalam kinerja masa pakai baterainya yang tahan lama.

Namun, sebagai penerus ZenFone 3 Max (ZC553Kl) yang paling populer yang lebih cepat dari pendahulunya, ASUS ZenFone 4 Max Pro tersandung sedikit dengan beberapa kelalaian aneh dari minimnya fitur kamera ganda yang terlihat apa adanya.

Ya, kami sadar bahwa perangkat ini jauh dari perangkat utama ASUS namun ASUS seharusnya tidak hanya memperbaiki masa pakai baterai Max Pro namun juga memperbaiki keseluruhan pengalaman saat ZenFone 3 Max memperbaiki ZenFone Max sebelumnya.

Kelebihan

+ Daya tahan baterai yang fantastis
+ Bodi logam yang sedikit lebih tebal membuat perangkat lebih nyaman untuk dipegang
+ ZenUI 4.0 yang sedikit bloatware
+ Speaker relatif keras
+ Mendukung Dual SIM dan microSD
+ Headphone jack

Kekurangan

- layar masih HD 720p
- Dual-camera setup sedikit mengecewakan
- Pengisian daya relatif lama
- Tidak ada autofocus Laser. [ikh]

Komentar

 
x